PELITARIAU, Jakarta - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Muhammad meminta semua media massa berperan aktif memberikan pendidikan politik kepada segenap rakyat Indonesia dari Sabang sampai dengan Merauke.
"Media harus berperan aktif memberikan pendidikan politik kepada rakyat," pintanya pada kegiatan rapat akbar pengawasan pemilu DKI Jakarta di Gedung Graha Mental, Jakarta Pusat dikutip okezone, Kamis (27/10/2016).
Rapat akbar pengawasan pemilu yang berlangsung di Gedung Graha Mental, Jakarta Pusat ikut dihadiri Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanty dan panwaslu kecamatan se-DKI Jakarta tersebut untuk persiapan pengawasan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur pada pilkada serentak 15 Februari 2017.
Lebih lanjut Ketua Bawaslu mengatakan, media cetak maupun media eloktronik menjelang pilkada terlihat sudah terkotak-kotak sehingga semestinya hal seperti ini tidak terjadi di negara yang memiliki semboyan Bhinneka Tunggal Ika.
"Seharusnya media sebagai corong informasi publik memberikan pendidikan politik kepada rakyat," terang Guru Besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar ini.
Pada kesempatan itu, Muhammad juga berpesan kepada semua partai politik dan calon kepala daerah pada pilkada serentak 2017 untuk berperan aktif memberikan pendidikan politik kepada rakyat.
"Partai politik bertanggung jawab memberikan pendidikan politik kepada rakyat dan tidak memecahbelahkan rakyat karena politik," pungkasnya. ***(r 19)
Bawaslu Minta Media Berperan aktif Beri Pendidikan Berpolitik
Ikuti Terus Pelitariau.com