PELITARIAU, Rengat-Peristiwa menghebohkan terjadi di desa Siambul Kec. Batang Gangsal Inhu, setelah aparat kepolisian setempat berhasil membongkar kasus pembunuhan yang terjadi pada 16 Agustus 2014 lalu. Ternyata pelakunya tidak lain abang ipar sendiri yang tega membunuh adik iparnya karena ditolak menjadi istrinya.
Berdasrkan LP/20/VIII/2014/Res Inhu/ sek Batang Gangsal tanggal l 16 Agust 2014 telah ditemukan mayat seorang perempuan yang diketahui bernama Astuti (16) di desa Siambul. Penemuan korban pertama kalinya oleh Pitto (10) adik korban sendiri, selanjutnya diberitahukan kepada makciknya Missah.
Mendapat kabar tersebut Missah melaporkan peristiwa kematian ponakannya Astuti Kepada Polsek Batang Gangsal. Selanjutnya aparat kepolisian mendatangi TKP, melakukan pemeriksaan saksi dan diambil VER nya.
Setelah mendapatkan semua data selanjutnya polisi melakukan pengembangan kasus. Dari hasil pengembangan polisi melakukan penangkapan terhadap HG (20) yang juga tinggal di desa Siambul. Penangkapan terhadap HG dilakukan pada hari Senin (1/9) sekira pukul 14.00 wib.
“Dari hasil pemeriksaan dianya (HG, red) mengaku telah memperkosa dan membunuh korban Astuti pada hari Jumat (15/8) sekira.jam 07.00 wib pagi dirumah korban desa Siambul. Dengan cara mencekik korban karena pelaku menanyakan;" apa mau jadi isterinuya." Korban menjawab Abang kan sudah punya isteri jelas korban yang juga adalah adik ipar pelaku,’jelas Kapolres Inhu AKBP Aris Prasetyo Inderayanto melalui Kasubag Hunas Polres Inhu Ipda Yarmen J, Selasa (2/9)
Karena korban tak mau menjadi istrinya berteriak dan langsung pelaku mencekik korban.sampai pingsan dan membuka pakaian korban serta memperkosanya. Setelah itu pelaku menyemprot mulut korban dan hidungnya dengan Baygon ternyata korban masih hidup lalu pelaku mencekik sampai meninggal dunia.
“Saat dimintai keterangan oleh polisi, pelaku HG mengaku telah memperkosa korban dan membunuhnya. Saat ini pelaku telah diamankan di Polres Inhu guna mengantisipasi adanya amuk massa dari pihak korban,”jelas Yarmen. (cr. rio)
Editorial: Rio Ahmad