Kanal

Pemko Pekanbaru Kebut Proyek Drainase 1,2 KM di Jalan Dharma Bakti, Target Tuntas Akhir 2026 Atasi Banjir Payung Sekaki

PELITARIAU, PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru tancap gas atasi banjir tahunan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Pemko memulai pembangunan sistem drainase skala besar di kawasan rawan genangan, Jalan Dharma Bakti, Kecamatan Payung Sekaki.

Proyek infrastruktur pengendali banjir ini dibangun sepanjang 1,2 kilometer. Drainase baru ini dirancang dengan kapasitas tampung yang jauh lebih besar untuk memastikan limpasan air hujan dapat dialirkan secara optimal, sehingga tidak lagi meluap ke badan jalan dan permukiman warga.

Kepala Dinas PUPR Kota Pekanbaru, Edward Riansyah, memastikan pengerjaan fisik di lapangan saat ini berjalan intensif. Ia bersama tim pengawas dan kontraktor pelaksana terus melakukan monitoring harian agar proyek prioritas ini rampung tepat waktu.

"Pembangunan drainase sepanjang 1,2 kilometer di Jalan Dharma Bakti saat ini sedang berlangsung di lapangan. Kami terus memantau perkembangannya dan menargetkan seluruh proyek fisik ini bisa rampung pada akhir tahun ini," tegas Edward Riansyah yang akrab disapa Edu, Kamis (16/7/2026).

Menurut Edu, proyek ini merupakan jawaban konkret atas keluhan masyarakat yang selama ini terdampak genangan. Pembangunan drainase tersebut juga merupakan realisasi langsung dari arahan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, yang menginstruksikan percepatan penanganan banjir secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Kecamatan Payung Sekaki, kata dia, menjadi fokus utama karena tingkat urgensinya yang tinggi. Kawasan Jalan Dharma Bakti selama ini dikenal sebagai salah satu titik paling parah terdampak banjir setiap kali hujan intensitas tinggi mengguyur Kota Pekanbaru selama berjam-jam.

Dengan terbangunnya koridor drainase baru ini, sistem pembuangan air akan terintegrasi lebih baik. Aliran air dari saluran lingkungan permukiman warga menuju saluran pembuangan akhir dipastikan akan jauh lebih lancar tanpa hambatan sedimentasi maupun penyumbatan sampah.

"Target jangka panjangnya, risiko banjir yang menghantui aktivitas ekonomi dan mobilitas warga di Jalan Dharma Bakti bisa ditekan signifikan. Kalau drainase lancar, aktivitas warga juga tidak terganggu," jelasnya.

Pemko Pekanbaru berharap, setelah infrastruktur ini selesai pada akhir 2026, masyarakat dapat turut serta menjaga keberlangsungannya. Edu mengimbau warga untuk tidak membuang sampah ke dalam saluran drainase agar fungsi pengendali banjir tetap maksimal.

"Kunci drainase berfungsi itu ada dua, pembangunannya berkualitas dan perawatannya bersama. Kami bangun, mari kita jaga bersama," tutupnya.**Prc6


Ikuti Terus Pelitariau.com

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER