PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menyampaikan bahwa keluarga seharusnya menjadi tempat paling utama dalam menciptakan ruang aman dan nyaman bagi anak. Untuk itu, melalui gerakan #Ruang Aman Nyaman Anak (RANA) sebagai gerakan nasional, dia berharap dapat memperkuat pelindungan anak melalui penciptaan ruang yang aman dan nyaman di keluarga, maupun di satuan pendidikan, ruang publik, dan ruang digital.
"RANA merupakan gerakan aman di keluarga, aman di satuan unit pendidikan baik informal dan formal. Aman dan nyaman ditempat umum dan masyarakat, dan juga respon cepat jika terjadi ketidaknyamanan dan ketidakamanan anak," ujarnya, saat meluncurkan gerakan RANA melalui YouTube Kemenko PMK, Kamis (25/6/26).
Pratikno menjelaskan, hadirnya Gerakan RANA merupakan tindak lanjut dari Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang diselenggarakan Kemenko PMK pada 23 Juni 2026 lalu.
Rapat tersebut untuk mengonsolidasikan berbagai upaya perlindungan anak yang selama ini telah dijalankan oleh kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, hingga organisasi masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.
"Jadi sekali lagi RANA ini adalah gerakan nasional untuk membangun ruang yang aman dan nyaman untuk anak. Aman dan nyaman di keluarga, aman di tempat pendidikan mulai tingkat daycare, PAUD, TK, hingga satuan pendidikan tinggi, aman dan nyaman di tempat umum, aman dan nyaman di ruang digital," ujarnya.
Menko PMK menambahkan, Gerakan RANA ini memerlukan kolaborasi dan dukungan banyak pihak, karena itu dia mengajak semua pihak untuk sama-sama mewujudkan ruang aman dan nyaman bagi anak.
Dia mengungkapkan, dalam peluncuran Gerakan RANA ini Kemenko PM memanfaatkan dua momen besar, yakni bersamaan dengan Hari Keluarga Nasional dan kemudian juga memanfaatkan momentum tahun ajaran baru.
Jelas dia, Gerakan RANA ini harus menjadi gerakan nasional. Sehingga nantinya gerakan ini akan semakin digaungkan dalam momentum Hari Keluarga Nasional dan dimulainya tahun ajaran baru dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Juli mendatang. Juga akan dikumandangkan bahwa anak harus dalam suasana nyaman dan aman.
"Keluarga menjadi tempat pertama (ruang aman dan nyaman bagi anak), ini penting sekali. Di Harganas 2026 ini kami menyambut gembira temanya "Ayah Wajib Hadir", sebab kehadiran bapak itu sangat penting bagi anak," lanjut dia.
Lebih lanjut, Gerakan RANA akan dijalankan melalui lima pilar utama, yaitu edukasi publik, penguatan keluarga berkualitas, penyediaan satuan pendidikan dan layanan pengasuhan sementara ( daycare ) yang aman, pelindungan anak di ruang digital, serta penguatan sistem respons darurat dan pemulihan bagi anak yang menjadi korban kekerasan.
Berikutnya, pemerintah juga akan memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, melakukan pemantauan secara berkala terhadap implementasi program, serta mempercepat respons apabila terjadi kasus kekerasan terhadap anak.
Upaya tersebut akan disinergikan dengan berbagai layanan perlindungan anak seperti SAPA 129 Kementerian PPPA, Hotline 110 Polri, layanan pengaduan KPAI, Aduan Konten Kemenkomdigi, layanan kesehatan mental Kemenkes, serta layanan sosial anak Kemensos.
"Bapak adalah kompas, bapak adalah keteladanan untuk sampai kepada surga dibawah telapak kaki ibu. Itulah pentingnya peran ayah dalam menciptakan ruang aman dan nyaman bagi anak," tutupnya.**Prc6