PELITARIAU, Selatpanjang - Wanita paruh baya Zainah (50th) tewas dikapak suami sendiri di hutan Bakau, , pada hari Jum'at (03/04). Korban ditemukan tewas bersimbahdarah dengan wajah terbenam dipantai hutan bakau Sungai Induk Kamal Desa Meranti Bunting Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti.
Ibu delapan anak ini diketahui asal Desa Tanjung Kulim, dugaan Ia tewas dibunuh oleh Ali (55th) yang tak lain adalah suaminya sendiri. Menggunakan Kampak saat pergi bersama menebang kayu dilokasi tersebut.
Ali diduga pelaku pembunuhan itu merupakan Warga Desa Tanjung Peranap Kampung Balak Kecamatan Tebingtinggi Barat, Kepulauan Meranti.
Hingga saat ini belum diketahui pasti motif pelaku hingga tega membunuh sang istri.
Pihak Kepolisian dari Polsek Merbau dan Polres Meranti bersama Warga hingga Jum'at tengah malam belum berhasil menangkap Pelaku.
"Kita bersama warga masih berupaya mengejar tersangka pelaku pembunuhan, diduga masih bersembunyi ditengah-tengah hutan bakau Pulau Padang,"Tutur Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi ketika dikonfirmasi wartawan via BBM.
Saat kejadian pada hari Jum'at kemarin saksi yang juga menantu korban, Ridwan (20th) dan Antik (27th) mendengar teriakan korban dan lansung menuju lokasi kejadian. Namun saksi dihadang oleh pelaku dengan
mengacungkan kapak dan mengancam akan dibunuh.
Kapolsek Merbau, AKP Syahruddin Tanjung melalui Kanit Brigadir Sony Silalahi SH kepada wartawan menjelaskan kondisi itu membuat saksi berlari balik arah, untuk meminta bantuan warga. Setelah mereka kembali lagi ke lokasi kejadian, saksi bersama warga sudah melihat korban terkapar diatas lumpur pantai hutan bakau.
Selanjutnya korban disemayamkan dirumah duka, sedangkan Pelaku yang merupakan suami Korban masih dalam Pengejaran Tim Buser Polsek Merbau dan Polres Kepulauan Meranti.
Sementara hasil visum di puskesmas Panjung Peranap, Kondisi kepala korban penuh lumpur dan luka bahu kanan panjang 6 cm kedalaman luka 1 1/2 cm serta dari hidung keluar buih dan lubang hidung penuh tanah lumpur.
Penulis: Doni Ruby Saputra
Editor : rio