PELITARIAU, Inhu - Jalan dua jalur Rengat-Pematang Reba yang merupakan jalan nasional sepanjang lebih kurang 18 km mangkrak 10 tahun lebih, aspal jalan Rengat- Pematang Reba terus mengalami kerusakan akibat dari tidak adanya Lapisan Alas Bawah (LAB) yang berakibat bergesernya tanah pada bagian bawah sehingga aspal tidak bertahan lama.
Menanggapi hal tersebut, plt Kepala dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Inhu Hikmat Praja ST MT berbincang dengan wartawan Kamis (6/5/2021) menjelaskan, pada bagian dasar jalan Rengat-Pematang Reba tidak padat, akibatnya aspal jalan tidak bertahan lama.
"Ada 7 km jalan Rengat-Pematang Reba yang aspalnya sering rusak, untuk mengatasi kerusakan tersebut bisa dilakukan pembuatan pengaman tebing (Talut,red) yang bisa menahan tanah pada bagian dasar bawah tanah sehingga tidak bergeser," kata Hikmat Praja.
Dijelaskannya juga, dinding penahan tanah atau talud sangat berguna untuk memperbesar tingkat kestabilan tanah. Pada umumnya, dinding ini dibangun di daerah-daerah yang kondisi tanahnya masih labil.
"Karena jalan Rengat-Pematang Reba adalah jalan nasional, kita mengusulkan pembangunan Talut menggunakan tiang pancang sepanjang 7 km ke kementrian PUPR untuk lokasi jalan Rengat-Pematang Reba yang tanahnya sangat labil," jelasnya.
Lebih jauh dijelaskan, Talut yang dibutuhkan 7 km tersebut menelan anggaran sekitar Rp15 milyar. Insyaallah dengan dibangun takut, jalan Rengat-Pematang Reba aspalnya tidak lagi mudah rusak," ucapnya. **Prc