Kanal

Inhu WTP Lagi, Ini Singkatan WTP Versi Mahasiswa di Gerbang Pontong Rengat

PELITARIAU, Inhu - Kelompok mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STIE Indragiri Rengat dan BEM STAI Madinatun Najah Rengat, kembali melakukan aksi di gerbang pontong kota rengat. Aksi pemasangan spanduk bertulisan merah "Semoga Cepat sadar" bertulisan "Selamat datang" yang dipasang di gerbang pntong kota Rengat merupakan aksi kedua dari kelompok mahasiswa BEM STIE dan BEM STAI.

Pemasangan spanduk di gerbang pontong kota Rengat, adalah Aksi jilid II yang dilakukan mahasiswa dari BEM STIE Rengat dan BEM STAI Rengat, mahasiswa dua sekolah tinggi ini akan melakukan aksi kembali jika perbaikan gerbang pontong di kota Rengat tidak dilakukan oleh pihak pemerintah.

"Kami akan membuat aksi jilid III, yang aksi kami nanti adalah orasi ke kantor Bupati dan ke kantor DPRD Inhu, kami akan layangkan pemberitahuan aksi kami ke polres Inhu dalam waktu dekat ini," kata ketua BEM STIE Indragiri Handika Karismon didampingi ketua BEM STAI Rengat Said Abd Hafiz kepada wartawan Senin (1/6/2020).

Jika tidak digubri perbaikan gerbang pontong kota Renngat oleh Pemerintah, mahasiswa mempersilahkan pihak terkait untuk menyaksikan aksi mahasiswa Inhu jilid III terkait perjuangan perbaikan gerbang pontong di kota Rengat. "Silahkan tunggu saja aksi lanjutannya," ucap Hafiz

Didalam aksi jilid 2 terlihat, baleho dengan ucapan "Selamat Datang" Kembali menghiasi gerbang pontong tersebut, mereka juga membuat hastag "#semogacepatsadar" dan uniknya ada sedikit kata tambahan WTP disana, terkait dengan Inhu yang meraih WTP ke empat kalinya berturut-turut, namun WTP di yang ditulis merupakan singkatan dari (Wah Tidak Pontong).

"Kita menyelipkan Kata WTP disini untuk sebagai apresiasi kepada pihak Pemkab Kabupaten Inhu dan ingin memberi tahu lebih lanjut kepada masyarakat bahwa Inhu sudah 4 kali berturut-turut WTP, dan itu sebuah prestasi yang membanggakan menurut saya," kata Handika Karismon menambahkan.
 
Memang Indragiri Hulu baru saja menerima penghargaan WTP ke empat kalinya berturut-turut melalui wakil bupati Indragiri Hulu, bapak Khairizal.
dan yang dimaksudkan WTP di dalam baleho tersebut merupakan sedikit kreasi dari para mahasiswa tersebut menjadi "Wah Tidak Pontong" Karena mereka berhasil membuat gerbang tersebut kembali utuh walaupun hanya dengan modal baleho.
 
Namun sungguh di sayangkan, baleho yang baru saja di pasang pada minggu malam kemarin kata Handika, langsung hilang atau di copot oknum yang tidak bertanggung jawab, sehingga ketika pagi baleho tersebut sudah hilang dari gerbang kebanggaan kota rengat tersebut. "Baliho yang kami buat jelas mencantumkan identitas kami, yang mencopot baliho itu jelas pengecut dan tidak bertanggung jawab," ujar Handika.
 
Handika ketua BEM STIE Indragiri bersama dengan kelompok mahasiswa lainya sangat menyangkan dan mengecam keras aksi pencopotan baliho bertulisan "Selamat datang" oleh oknum tersebut. "Kami sudah susah payah untuk melengkapi dua kata Selamat datang untuk di gabungkan dengan tulisan yang masih utuh "Di Kota Rengat" tersebut, tetapi tidak di hargai," ucapnya.

Menurut Handikan, pihaknya tidak menuntut apa-apa namun hanya minta perbaikan gerbang pontong selamat datang di kota Rengat. "Kami hanya memperingati 6 tahun pentingnya gerbang kita dan mencoba untuk membantu melengkapi tulisannya, kepada oknum tersebut saya harapkan #semogacepatsadar dan jangan lupa untuk tetap di pantau sampai jilid-jilid berikutnya." kata Handika. **prc


Ikuti Terus Pelitariau.com

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER