
PELITARIAU, DUMAI 28 Juli 2026 — Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai kembali mencatatkan kinerja positif sepanjang sepekan terakhir. Di bawah komando Kepala Rutan (Karutan) Dumai, Enang Iskandi, dan didukung penuh Kepala Pengamanan Rutan (KPR) beserta jajaran struktural, Rutan Dumai konsisten mengawal program pemasyarakatan yang transparan, profesional, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan.
Berbagai agenda strategis berhasil dilaksanakan, mulai dari sidang pengusulan integrasi warga binaan, seleksi tahanan pendamping (tamping), hingga penguatan aksi sosial kemanusiaan yang dirasakan langsung manfaatnya oleh warga binaan.
Sidang TPP Integrasi: 19 Warga Binaan Diusulkan Bebas Bersyarat dan Cuti Bersyarat
Sebagai bentuk pemenuhan hak-hak substantif warga binaan secara akuntabel, Rutan Kelas IIB Dumai menggelar sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP). Sidang ini membahas usulan program integrasi bagi 19 orang warga binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif.
Pelaksanaan sidang dilakukan secara virtual melalui _Zoom Meeting_ bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau. Adapun rinciannya:
1. 17 orang diusulkan untuk Pembebasan Bersyarat (PB)
2. 2 orang diusulkan untuk Cuti Bersyarat (CB)
Sidang dihadiri Pejabat Struktural Rutan Dumai, Kasubsi BKD Bapas Dumai, Anggota TPP Rutan Dumai, serta Pembimbing Kemasyarakatan (PK) Bapas Dumai. Berdasarkan hasil musyawarah mufakat, seluruh usulan disetujui dengan catatan warga binaan wajib menjaga perilaku baik dan disiplin menjalani kewajiban lapor.
Seleksi Tamping Profesional dan Penguatan Stabilitas Kamtib
Di bidang pengamanan dan pembinaan internal, Rutan Dumai juga menggelar Sidang TPP Tahanan Pendamping (Tamping) di Aula Rutan Dumai. Dari 63 warga binaan yang memenuhi kriteria, sebanyak 20 orang hadir mengikuti seleksi sebagai perwakilan.
Proses seleksi dipimpin jajaran pejabat struktural, di antaranya Kasubsi Pelayanan Tahanan (Yantan) Agung Maulana dan Kasubsi Pengelolaan Erika Putra, bersama Komandan Jaga serta Wali Pemasyarakatan. Seleksi dirancang berlangsung objektif dan transparan.
"Status sebagai tamping adalah bentuk kepercayaan atas perubahan perilaku positif warga binaan. Kami harapkan tamping terpilih mampu menjaga integritas, disiplin, serta membantu operasional rutan dengan penuh rasa tanggung jawab," ujar Kasubsi Pengelolaan, Erika Putra.
Peran aktif jajaran pengamanan dan komandan jaga memastikan stabilitas keamanan dan ketertiban (kamtib) di rutan tetap terjaga kondusif selama proses seleksi berlangsung.
Program "Jumat Berkah": Implementasi Nyata 21 Arahan Dirjenpas
Selain administrasi dan pengamanan, Rutan Dumai memperkuat pendekatan humanis melalui program rutin "Jumat Berkah". Dalam program ini, jajaran pegawai membagikan makanan kepada seluruh warga binaan sebagai wujud kepedulian dan solidaritas.
Karutan Dumai, Enang Iskandi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi langsung dari 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan.
"Program Jumat Berkah adalah wujud nyata arahan pimpinan. Kami ingin seluruh jajaran hadir memberikan manfaat dan menumbuhkan budaya kepedulian. Ini bukan sekadar berbagi makanan, tetapi membangun iklim kekeluargaan agar warga binaan siap kembali ke masyarakat dengan mental yang positif,"tegas Karutan Enang Iskandi.
Suasana hangat terlihat saat petugas berinteraksi langsung dan menyapa warga binaan, sehingga sekat psikologis mencair dan hubungan humanis di blok hunian semakin erat.
Sinergi KPR dan Jajaran Jaga Jaga Stabilitas Keamanan Pekanan
Seluruh rangkaian kegiatan sepekan ini tidak lepas dari solidnya koordinasi di bawah kepemimpinan Kepala Pengamanan Rutan (KPR) beserta regu pengamanan. Pengawasan ketat, kontrol blok rutin, dan penegakan disiplin apel menjadi garda terdepan yang memastikan Rutan Dumai tetap aman, tertib, dan kondusif dalam menjalankan fungsi pembinaan.**Prc6