Matangkan Rekayasa Lalin, Ditlantas Polda Riau Gelar Rakor Penyambungan Tol Permai dengan Tol Lingkar Pekanbaru

Selasa, 28 Juli 2026

PELITARIAU, PEKANBARU – Guna memastikan kelancaran dan keselamatan pengguna jalan selama proyek strategis nasional berlangsung, Direktorat Lalu Lintas Polda Riau melalui Subdit Kamsel menggelar rapat koordinasi dan survei lapangan terkait manajemen rekayasa lalu lintas pada pekerjaan penyambungan Jalan Tol Pekanbaru–Dumai dengan Jalan Tol Lingkar Pekanbaru di ruas Interchange Rimbo Panjang – IC Bypass Pekanbaru.[Permai]

Rapat tersebut berlangsung di Kantor Hutama Karya Infrastruktur [HKI], Jalan Siak II KM 14, Rumbai, Pekanbaru, Selasa [28/7/2026]. Kegiatan dipimpin langsung Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau AKBP Dasril, S.Pd., M.M.

Turut hadir Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional [BPJN] Riau Yohanes Tulak Todingrara, Penata Penegak Hukum dan Diseminasi BPTD Kelas II Riau Demi Septi, S.Sos., serta Manager Pembangunan Jalan Tol HKI Rahmat.

Rakor diawali dengan pemaparan teknis dari pihak HKI mengenai tahapan konstruksi penyambungan jalan tol beserta skema pengaturan arus lalu lintas selama masa pekerjaan. Usai pemaparan, seluruh peserta langsung melakukan survei ke lokasi proyek untuk memastikan kesiapan rekayasa lalu lintas, mulai dari penempatan rambu-rambu sementara, penerangan di area kerja, hingga sistem pengamanan bagi pengguna jalan.

Harus Matang dan Terkoordinasi

Dalam arahannya, AKBP Dasril menegaskan setiap pengalihan arus lalu lintas harus direncanakan secara matang dan terkoordinasi lintas instansi, termasuk dengan jajaran Polsek di wilayah setempat. Hal itu penting agar konstruksi berjalan lancar tanpa menimbulkan kemacetan dan risiko kecelakaan.

Ia juga berharap pekerjaan penyambungan ini dapat rampung sebelum memasuki periode Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, mengingat pada momentum tersebut volume kendaraan diprediksi akan meningkat signifikan.

"Manajemen lalu lintas yang baik merupakan kunci utama agar pekerjaan konstruksi dapat berjalan tanpa mengganggu aktivitas masyarakat. Kami akan terus berkoordinasi dengan BPJN, BPTD, pihak HKI, serta jajaran kewilayahan untuk memastikan setiap tahapan pekerjaan memiliki skema rekayasa lalu lintas yang jelas, didukung rambu-rambu yang memadai, penerangan yang optimal, serta personel di lapangan yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujar AKBP Dasril.

Menurutnya, tersambungnya Tol Permai dengan Tol Pekanbaru–Bangkinang akan semakin memperkuat konektivitas antarwilayah dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk patuh terhadap rambu-rambu sementara dan arahan petugas serta mengurangi kecepatan saat melintas di kawasan proyek.

"Kami mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama mendukung kelancaran pembangunan ini dengan tetap disiplin berlalu lintas dan selalu mengutamakan keselamatan. Sinergi antara pemerintah, kontraktor, aparat kepolisian, dan masyarakat akan menjadi kunci agar proyek ini selesai tepat waktu serta memberikan manfaat besar bagi masyarakat Riau," tambahnya.

Keselamatan Prioritas Utama

Terpisah, Direktur Lalu Lintas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika, S.I.K., M.H., menegaskan pihaknya mendukung penuh percepatan pembangunan infrastruktur tol, namun dengan catatan pengelolaan lalu lintas harus berjalan secara profesional.

"Ditlantas Polda Riau mendukung penuh percepatan pembangunan infrastruktur jalan tol sebagai upaya meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, setiap pekerjaan harus dibarengi dengan manajemen lalu lintas yang terencana, pemasangan rambu dan penerangan sesuai standar, serta penyampaian informasi kepada masyarakat secara optimal. Keselamatan pengguna jalan adalah prioritas yang tidak boleh diabaikan," tegas Kombes Jeki.

Ia menginstruksikan seluruh jajaran Ditlantas untuk memperkuat kolaborasi dengan BPJN, BPTD, kontraktor, dan seluruh pemangku kepentingan guna mengantisipasi potensi kepadatan maupun kecelakaan.

"Kolaborasi yang kuat antarinstansi menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang aman dan berkeselamatan. Kami optimistis pekerjaan penyambungan Jalan Tol Permai dengan Tol Lingkar Pekanbaru dapat selesai sesuai target sehingga masyarakat segera menikmati akses jalan tol yang lebih terhubung, aman, nyaman, dan mampu mendukung kemajuan Provinsi Riau," pungkasnya.

Butuh Dukungan Masyarakat

Sementara itu, Kepala BPJN Riau Yohanes Tulak Todingrara menegaskan keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada sinergi semua pihak.

"Penyambungan Jalan Tol Permai dengan Tol Lingkar Pekanbaru merupakan proyek strategis yang akan meningkatkan konektivitas jaringan jalan tol di Provinsi Riau. Karena itu, kami akan terus melakukan sosialisasi bersama seluruh instansi terkait agar masyarakat mengetahui adanya rekayasa lalu lintas selama pekerjaan berlangsung," ujar Yohanes.

"Kami berharap masyarakat dapat mematuhi rambu-rambu dan arahan petugas demi keselamatan bersama. Dengan dukungan semua pihak, kami optimistis proyek ini dapat selesai sesuai target dan segera memberikan manfaat bagi masyarakat," tutupnya.

Melalui rakor dan survei lapangan ini, Ditlantas Polda Riau bersama BPJN, BPTD, dan HKI menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan pekerjaan penyambungan Tol Permai–Tol Lingkar Pekanbaru berjalan aman, tertib, dan lancar, sehingga mampu meningkatkan keselamatan dan kualitas pelayanan bagi seluruh pengguna jalan di Riau.**Prc6