
PELITARIAU, Rengat – Semangat memperbaiki diri terpancar dari wajah-wajah warga binaan Rutan Kelas IIB Rengat, Sabtu (27/6). Dalam balutan suasana khidmat, mereka mengikuti kegiatan belajar mengaji yang menjadi salah satu program unggulan pembinaan kepribadian di rutan tersebut.
Program ini bukan sekadar rutinitas. Kepala Rutan Kelas IIB Rengat Dedy Irawan, menegaskan, pembinaan kerohanian melalui mengaji bertujuan menanamkan nilai keimanan dan ketakwaan, sekaligus membentuk karakter warga binaan agar lebih siap kembali ke masyarakat.
Dari Huruf Hijaiyah hingga Tartil
Kegiatan yang digelar rutin ini menyasar seluruh tingkatan kemampuan. Bagi yang belum mengenal huruf, dimulai dari pengenalan huruf hijaiyah dan makharijul huruf. Sementara yang sudah lancar, dibimbing mendalami ilmu tajwid hingga membaca Al-Qur'an secara tartil.
Para pembina, yang terdiri dari petugas rutan bersama penyuluh agama, terlihat sabar mendampingi satu per satu warga binaan. Suasana belajar berlangsung tertib namun hangat. Tak sedikit warga binaan yang mengaku kegiatan ini menjadi momen paling mereka nantikan setiap pekannya.
"Saya dulu tidak bisa baca sama sekali. Sekarang alhamdulillah sudah bisa mengenal huruf dan mulai belajar sambung ayat," ujar salah satu warga binaan dengan mata berbinar.
Bekal Kembali ke Masyarakat
Lebih dari sekadar bisa membaca Al-Qur'an, program ini diharapkan mampu menyentuh sisi terdalam para warga binaan. Nilai-nilai spiritual yang ditanamkan diyakini dapat memperbaiki akhlak, menumbuhkan penyesalan atas perbuatan masa lalu, dan menjadi kompas moral saat mereka bebas nanti.
“Pembinaan ini adalah investasi. Kami ingin saat mereka kembali ke tengah keluarga dan masyarakat, mereka membawa pribadi yang lebih baik, memiliki pegangan agama yang kuat, dan tidak mengulangi kesalahan,” ungkap pihak Rutan Rengat.
Kegiatan mengaji ini menjadi bukti bahwa jeruji besi tidak membatasi proses perbaikan diri. Di Rutan Rengat, harapan untuk menjadi insan yang lebih bertakwa terus dipupuk, satu ayat demi satu ayat.**Prc6