Dinkes Himbau Warga Waspada Memebeli Menu Tajil

Senin, 22 Juni 2015

Pasara Ramadan Jalan Anggur, Kecamatan Dumai Selatan

PELITARIAU.COM, Dumai - Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Kesehatan mengimbau kepada seluruh masyarakat muslim yang sedang menjalankan ibadaha puasa Ramadan 1436 H agar lebih teliti dalam membeli makanan dan minuman di Pasar Ramadan untuk pelengkap menu berbuka. 
 
"Masyarakat harus cermat dalam membeli makanan dan minuman di Pasar Ramadan. Apalagi ini momen untuk mencari rezeki dan tidak menutup kemungkinan ada pedagang yang berlaku curang dalam menjajakan dagangannya," kata Kadiskes Dumai Paisal, Sabtu (20/6) kemarin. 
 
Menurutnya, pembeli tidak tahu apakah makanan dan minuman yang dijual aman bagi kesehatan, untuk itu butuh kecermatan dan ketelitian dalam membeli makanan berbuka puasa, hindari makanan yang mengandung boraks, formalin, pemanis buatan dan zat pewarna.
 
"Kita juga minta warga tidak mudah tergiur dengan harga makanan yang dijual dengan harga murah, atau tergiur dengan corak warna yang mencolok. Karena dikawatirkan makanan tersebut menggunakan zat pewarna yang berbahaya," katanya.
 
Dijelaskannya, selain itu masyarakat harus jeli dalam melihat kondisi fisik makanan yang dijajakan di pasar ramadan, seperti memperhatikan kebersihan lingkungan tempat penjualan, jangan sampai karena salah membeli, akan berakibat buruk bagi kesehatan.
 
"Bisa saja makanan yang akan dibeli tidak mengadung zat berbahaya, namun apabila lokasi penjual tersebut kotor dan berarti sama saja makanan tersebut tidak aman dan membahayakan kesehatan kita," imbaunya. 
 
Lanjutnya, Dinas Kesehatan Kota Dumai dalam waktu dekat akan melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke pasar Ramadan untuk mengambil sampel makanan dan minuman yang dijual dipasar Ramadan, sampel yang diambil akan diuji di laboratorium Dinas Kesehatan Kota Dumai. 
 
"Pengambilan sampel dilakukan untuk mengantisipasi adanya makanan yang mengandung zat berbahaya bagi kesehatan seperti makanan yang mengandung borak, formalin, zat pewarna, pemanis buatan, dan zat berbahaya lainnya yang dapat membahayakan kesehatan masyarakat Kota Dumai,"tegasnya ***bie