
Personil Polsek Rengat Barat meninjau pertumbuhan tanaman
PELITARIAU, Inhu - Jajaran Polsek Rengat Barat kembali melakukan monitoring Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia di bidang ketahanan pangan melalui program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) serta pengecekan perkembangan tanaman pada lahan monokultur di wilayah hukumnya, Senin (1/6/2026).
Kapolsek Rengat Barat, Kompol Amriadi SH kepada wartawan Senin (1/6/2026) menjelaskan, kegiatan monitoring dilaksanakan oleh para Bhabinkamtibmas di sejumlah desa dan kelurahan guna memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal sekaligus memberikan pendampingan kepada masyarakat yang mengelola lahan produktif.
Di Desa Sungai Baung, Bhabinkamtibmas Aiptu Rizki Bahayu melakukan pengecekan lahan milik Eko Sumianto yang berada di Dusun I. Pada lahan berukuran 20 x 50 meter tersebut telah ditanam sekitar 2.000 batang bibit cabai yang tumbuh dengan baik.
Sementara itu, di Desa Pematang Jaya, Bhabinkamtibmas Aipda Rizani meninjau lahan hortikultura milik Herman yang berada di Dusun Kemang Manis. Lahan seluas 400 meter persegi tersebut dimanfaatkan untuk budidaya tanaman terong sebagai salah satu komoditas pendukung ketahanan pangan keluarga.
Monitoring juga dilakukan di Desa Kota Lama oleh Bhabinkamtibmas Aipda Rio Rumanto. Di lokasi tersebut terdapat tanaman kacang sebanyak 50 batang serta tiga kolam budidaya ikan nila yang menjadi bagian dari program pemanfaatan pekarangan produktif masyarakat.
"Selain program P2B, persinil kami juga melakukan pengecekan lahan ketahanan pangan monokultur milik Kelompok Tani Tugu Patin di Jalan Meranti RT 004 RW 004, Kelurahan Pematang Reba," kata Kapolsek.
Bhabinkamtibmas Pematang Reba Aipda Yudi Hariyanto bersama Ketua Kelompok Tani Tugu Patin, Sukani. Lahan seluas dua hektare tersebut ditanami komoditas jagung pipil, dengan luas tanam mencapai sekitar 1,5 hektare yang telah ditanam sejak 24 Februari 2026.
Dari hasil monitoring diketahui tanaman jagung tumbuh subur dengan tinggi rata-rata mencapai 200 hingga 210 sentimeter. Kondisi tongkol jagung juga telah memasuki fase tua sehingga diperkirakan siap dipanen pada bulan Juni 2026. Saat ini kelompok tani masih terus melakukan perawatan guna menjaga kualitas hasil panen.
Kapolsek Rengat Barat menyampaikan bahwa kegiatan monitoring akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan nasional sekaligus memastikan lahan-lahan produktif masyarakat dapat berkembang secara maksimal. **Prc01