Polsek Rangsang Salurkan Bantuan Korban Kebakaran, AKP Gunawan Imbau Warga Waspada

Kamis, 16 April 2026

Kapolsek Rangsang AKP Gunawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah. Ia menegaskan kehadiran aparat kepolisian tidak hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam member

PELITARIAU, Meranti - Kepolisian Sektor (Polsek) Rangsang, Polres Kepulauan Meranti, menyalurkan bantuan sembako kepada korban kebakaran rumah di Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir, Rabu, 15 April 2026, sekitar pukul 16.00 WIB. Bantuan tersebut diberikan kepada Sarimah, warga yang rumahnya hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi sehari sebelumnya.

Penyerahan bantuan dilakukan oleh Wakapolsek Rangsang, Ipda Dongan M. Manalu, mewakili Kapolsek Rangsang AKP Gunawan, didampingi Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Kedabu, Aipda Daniel User. Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok, antara lain beras, mie instan, gula pasir, kopi, dan minyak goreng. Bantuan tersebut diserahkan langsung di lokasi kejadian, yakni di Jalan Kampung Api-Api, RT 001 RW 006, Dusun 3, Desa Tanjung Kedabu.

Kapolsek Rangsang AKP Gunawan menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tengah menghadapi musibah. Ia menegaskan kehadiran aparat kepolisian tidak hanya dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga dalam memberikan dukungan sosial kepada warga.

“Kami turut prihatin atas musibah yang dialami korban. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar korban untuk sementara waktu, sekaligus menjadi bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat,” ujar Gunawan.

Selain menyerahkan bantuan, jajaran Polsek Rangsang juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca panas ekstrem. Menurutnya, kondisi lingkungan yang kering serta potensi kelalaian dalam penggunaan listrik maupun sumber api menjadi faktor yang perlu diantisipasi bersama.

Ia mengimbau warga untuk rutin memeriksa instalasi listrik, memastikan kompor dan peralatan rumah tangga dalam kondisi aman, serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan. “Kewaspadaan dan langkah pencegahan sangat penting untuk meminimalisir risiko kebakaran di lingkungan pemukiman,” tambahnya.

Diketahui, kebakaran yang terjadi pada Selasa, 14 April 2026 tersebut menghanguskan rumah milik korban. Tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian material ditaksir cukup besar. Hingga saat ini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif, sementara warga sekitar turut membantu proses pemulihan pascakebakaran.**