
Kepala Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Rahmat Kurnia.
PELITARIAU, Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus memacu penuntasan pembangunan infrastruktur jalan pada tahun 2026. Fokus utama diarahkan pada penyelesaian sejumlah ruas strategis yang telah dikerjakan pada tahun sebelumnya namun belum rampung sepenuhnya.
Kepala Dinas PUPR Kepulauan Meranti, Rahmat Kurnia ST, mengatakan bahwa salah satu prioritas tahun ini adalah melanjutkan pembangunan Jalan Sungai Tohor-Tanjung Sari di Kecamatan Tebingtinggi Timur. Ruas jalan tersebut merupakan akses vital masyarakat yang pembangunannya telah dimulai sejak 2025 lalu.
"Untuk tahun ini kita masih memfokuskan penuntasan, seperti yang sudah kita bangun di 2025. Ada pembangunan Jalan Sungai Tohor-Tanjung Sari Kecamatan Tebingtinggi Timur, itu belum tuntas, insya Allah kita lanjutkan lagi," ujar Rahmat Kurnia, Kamis (5/2/2026).
Selain itu, lanjut pria yang akrab disapa Aang ini, pembangunan infrastruktur jalan di Pulau Topang, Kecamatan Rangsang, juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Rahmat memastikan bahwa ruas jalan di wilayah tersebut akan kembali dilanjutkan hingga selesai demi meningkatkan konektivitas antarwilayah dan mendukung aktivitas ekonomi warga.
"Di tahun ini, kemudian ada juga jalan di Pulau Topang, Kecamatan Rangsang. Di Topang akan kita selesaikan, kita lanjutkan," jelasnya.
Sementara itu, lanjut Aang untuk Kecamatan Pulau Merbau, Dinas PUPR menyiapkan penanganan dengan dua konsep sekaligus. Pemerintah daerah memfokuskan perhatian pada jalan Pulau Merbau yang kondisinya saat ini mengalami kerusakan berat dan membutuhkan penanganan menyeluruh.
"Untuk Kecamatan Pulau Merbau kita ada dua konsep penanganannya. Ada yang base, melanjutkan yang kemarin, ruas Semukut-Kuala Merbau, tepatnya di posisi sekarang di Desa Batang Meranti," ungkapnya.
Selain perbaikan jalan base, beberapa titik lainnya akan ditangani dengan konstruksi beton, terutama pada jalur menuju Desa Centai, Renak Dungun, hingga Kuala Merbau. Panjang penanganan jalan beton tersebut bervariasi, dengan total estimasi sekitar 2 kilometer berdasarkan hasil pengukuran di lapangan.
Aang juga menjelaskan bahwa sebagian anggaran pembangunan bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) sawit. Dana tersebut dapat dimanfaatkan oleh dua organisasi perangkat daerah, yakni Dinas PUPR dan Dinas Pertanian, dengan total alokasi sekitar Rp1,3 miliar.
"Kalau yang DBH sawit itu untuk jalan base, sumber dananya dari DBH sawit. Kita ada dua OPD yang bisa memakai dana tersebut, yakni Dinas PUPR maupun Dinas Pertanian, itu di angka 1,3 miliar. Di bagian kita sekitar 1 miliar lebih, sisanya di Dinas Pertanian," jelasnya.
Ia menambahkan, untuk lanjutan jalan base di Desa Batang Meranti, panjang penanganannya diperkirakan tidak sampai satu kilometer. "Sementara itu, pembangunan jalan beton di Pulau Merbau membutuhkan anggaran lebih besar, yakni sekitar Rp2 miliar lebih," pungkasnya.
Dengan fokus penuntasan jalan-jalan strategis ini, Dinas PUPR berharap konektivitas antarwilayah di Kepulauan Meranti semakin baik, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kelancaran mobilitas masyarakat di daerah kepulauan tersebut. **