Menabur Benih Menuai Harapan, Pembinaan Kemandirian di Bidang Pertanian dan Perikanan

Senin, 11 Agustus 2025

Kegiatan ini diawali dengan acara pembukaan di aula Lapas Selatpanjang yang dihadiri oleh Kalapas Selatpanjang, Sugiyanto, Kasi Binadik dan Giatja, Andi Rahman, Kasubsi Giatja, Sahat Hasiholan, Kepala Dinas Perikanan, Ahmad Yani, Kepala Dinas pertanian, I

PELITARIAU, Meranti -  Dalam upaya mendukung program reintegrasi sosial warga binaan, Lapas Selatpanjang bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Meranti menyelenggarakan kegiatan pembinaan kemandirian di bidang pertanian dan perikanan.

Sebanyak 40 orang Warga Binaan Pemasyarakatan Lapas Selatpanjang mengikuti kegiatan pembinaan kemandirian ini, 20 orang peserta pelatihan kemandirian pertanian, dan 20 orang peserta pelatihan kemandirian perikanan.

Kegiatan ini diawali dengan acara pembukaan di aula Lapas Selatpanjang yang dihadiri oleh Kalapas Selatpanjang, Sugiyanto, Kasi Binadik dan Giatja, Andi Rahman, Kasubsi Giatja, Sahat Hasiholan, Kepala Dinas Perikanan, Ahmad Yani, Kepala Dinas pertanian, Ifwandi, diwakili oleh Penyuluh Dinas Pertanian, Nursita, dan para penyuluh dari Dinas Perikanan dan Pertanian

Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan pembinaan kemandirian ini, Kalapas Selatpanjang, Sugiyanto mengatakan, “Melalui program ini, diharapkan para warga binaan memiliki keterampilan baru, dan berguna sebagai mata pencaharian nantinya setelah bebas dan kembali ke masyarakat”.

Kegiatan ini dimulai dengan pembekalan teori kepada warga binaan hingga praktek di lapangan. Para warga binaan mendapatkan bimbingan langsung dari para penyuluh pertanian dan perikanan profesional. Lahan pertanian yang tersedia di dalam area lapas dimanfaatkan secara optimal sebagai media pembelajaran sekaligus sarana produksi yang bermanfaat.

Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan Lapas Selatpanjang yang produktif yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembinaan tetapi juga sebagai pusat pelatihan kerja, dan memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan sebagai modal berharga setelah mereka kembali ke masyarakat. **