Sambut MEA Di Meranti Digelar Seminar Dan Dialog Interaktif

Jumat, 29 Mei 2015

Seminar wawasan kebangsaan dan dialog interaktif. diikuti seratusan peserta dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat itu, turut dihadiri oleh jajaran Koramil 04 Tebingtinggi, dan Sekcam Rangsang serta sejumlah pegawai kecamatan.

PELITARIAU, Selatpanjang - Dalam menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada akhir 2015 mendatang, Kasat Binmas AKP Rustam Efendi yang mewakili Kapolres Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH, MSi hadiri seminar wawasan kebangsaan dan dialog interaktif. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula kantor Camat Kecamatan Rangsang, Tanjung Samak beberapa waktu lalu.

 

Seminar yang diikuti seratusan peserta dari pelajar, mahasiswa, dan masyarakat itu, turut dihadiri oleh jajaran Koramil 04 Tebingtinggi, dan Sekcam Rangsang serta sejumlah pegawai kecamatan.

 

Dalama acara tersebut, AKP Rustam mengatakan dengan pembentukan MEA maka Indonesia berpeluang besar digerus oleh penyalahgunaan narkoba. Mengingat Indonesia merupakan wilayah strategis pasar bebas pada pembentukan MEA nantinya.

 

"Ini yang harus kita antisipasi bersama,  karena dampaknya akan berpengaruh besar terhadap penerus bangsa. Namun dampak possitifnya akan meningkatkan stabilitas ekonomi masyarakat itu sendiri," imbuhnya.

 

Hal yang sama disampaikan Sekretaris Disperindagkop Kepulauan Meranti Rohaizal. Menurutnya pembentukan MEA itu sendiri, dikatakannya akan berdampak positif bagi keberlangsungan hidup masyarakat dan negara, khsusnya Kabupaten Meranti.

 

"Diantaranya kekuatan produksi dalam negeri meningkat secara kualitas dan kuantitas. Serta mendorong pertumbuhan ekonomi negara, pemerataan pendapatan masyarakat dan stabilitas ekonomi."kata Rohaizal.

 

Dijelaskanya dampak positif lainnya MEA untuk menambah devisa negara melalui bea masuk dan biaya lain atas ekspor dan impor, memperluas lapangan kerja dan kesempatan masyarakat untuk bekerja.

 

Sedangkan dampak negative, disebutkannya, seperti barang-barang produksi dalam negeri terganggu akibat masuknya barang impor yang dijual lebih murah dalam negeri. Yang menyebabkan industri dalam negeri mengalami kerugian besar dan orang-orang asing akan lebih leluasa mengekploitasi alam Indonesia serta persaingan yang sangat ketat.

 

"Jika kita kalah dalam bersaing maka pengangguran akan merajalela dan tentunya kemiskinan akan semakin banyak," tuturnya.***dn