
Kades Perkebunan Sungai Lala Suherlim
PELITARIAU, Inhu – Desa Perkebunan Sungai Lala Kecamatan Sungai Lala Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, terus melangkah maju dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki desanya. Dipimpin oleh Kepala Desa Suherlim sejak 17 Februari 2020 lalu, desa Perkebunan Sungai Lala mendorong kemajuan ekonomi desa lewat Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) "Lala Sentosa".
Desa di Kecamatan Sungai Lala yang merayakan hari jadinya setiap tanggal 15 Februari ini, menjunjung tinggi semangat persatuan dan kebersamaan. Hal ini tercermin dari program-program inovatif yang dilaksanakan, salah satunya melalui BUMDes Lala Sentosa tersebut.
"Desa kami terus berinovasi, melalui BUMDes kami menciptakan lapangan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," kata Kades Perkebunan Sungai Lala Suherlim, saat berbincang dengan tim wartawan dari Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Inhu Jumat (22/11/2024) di Sungai Lala.
BUMDes Lala Sentosa menjadi pilar penggerak ekonomi desa, dimana BUMDes memiliki kekuatan utama dalam pengembangan ekonomi desa. Usaha yang dikelola mencakup berbagai bidang, seperti digital printing, warung kopi (La Cafe), jasa penyewaan alat (Lalak Project Sound System), serta sektor pertanian dan perikanan.
Desa Perkebunan Sungai Lala juga memiliki pasar desa yang menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat, "Kami berkomitmen membangun Desa Perkebunan Sungai Lala yang religius, berbudaya, aman, dan mandiri pada tahun 2030," ujar Kades Suherlim seraya memaparkan visi dan misi desa Perkebunan Sungai Lala.
Dengan demikian, melalui pemerintahan desa yang baik, Kades Suherlim menyampaikan tentang terus dilakukan peningkatan sarana dan prasarana pelayanan untuk masyarakat desa, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, peningkatan sumber daya manusia dan nilai keagamaan, serta mendorong ekonomi masyarakat yang sehat dan sejahtera.
Dengan jumlah penduduk Desa Perkebunan Sungai Lala 5.363 jiwa, terdiri dari 2.723 laki-laki dan 2.640 perempuan, sebagian besar masyarakatnya bekerja sebagai petani dan pekebun. Komoditas utama pendapatan masyarakat seperti kelapa sawit dan karet menjadi penggerak utama roda perekonomian desa. Sebagian warga juga aktif dalam sektor perdagangan dan jasa, yang turut memperkuat ekonomi lokal.
Di sisi lain, desa perkebunan Sungai Lala juga memprioritaskan ketahanan pangan melalui program pemberdayaan masyarakat. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah, pembentukan kelompok tani yang telah berjalan dengan baik.
"Kami sudah membentuk kelompok tani untuk mendukung ketahanan pangan. Baru-baru ini, kami menyalurkan hewan ternak berupa 20 ekor sapi kepada dua kelompok tani, di mana masing-masing kelompok menerima 10 ekor. Ke depannya, kami berupaya untuk memperluas program ini dengan menambah kelompok di bidang budidaya ikan dan sayuran,” jelas Suherlim. **prc01