
Terlihat Pembangunan Jalan Pramuka, sepanjang 3,5 Km, dilapisi uyung sagu, kemudian dialas terpal, lalu ditimbun dengan pasir batu
PELITARIAU, Selatpanjang - Meranti merupakan Penghasil sagu terbesar di Indonesia, dalam proses pengolahan banyak terdapat uyung sagu atau kulit sagu. Ternyata kini uyung sagu mulai dimanfaatkan sebagai pelapis jalan di Kepulauan Meranti.
Beberapa ruas jalan di Kepulauan Meranti yang telah memanfaatkan uyung sagu sebagai lapisan jalan, diantaranya Jalan Poros Mekar Delima-Desa Tanjung Padang Kecamatan Tasik Putripuyu. Jalan Poros Melai-Kayu Ara Kecamatan Rangsang Pesisir, Jalan Poros Desa Lukun-Sungai Tohor Kecamatan Tebingtinggi Timur, Jalan Pramuka Selatpanjang sepanjang 3.5 KM, dan Jalan Perumbi Selatpanjang.
Hal ini ditegaskan Bupati Kepulauan Meranti, Drs H Irwan Nasir Msi, beberapa waktu lalu dan meminta untuk tidak membuang uyung sagu sembarangan. Sebab bisa menyebabkan pencemaran lingkungan dan juga bisa merusak ekosistem.
"Uyung sagu ini bisa digunakan sebagai alas untuk pembuatan jalan secara otomatis dapat menghasilkan duit (uang), selain itu juga bisa dimanfaatkan sebagai makanan hewan ternak," ucap Bupati.
Menurut Bupati pihaknya akan tegaskan pada Dinas PU, agar sebelum membangun jalan bisa menimbun uyung sebagai peninggi tanah. Sehingga uyung tidak terbuang dan bisa dimanfaatkan..
Berdasarkan pantauan di lapangan, Sabtu (18/4/2015) terlihat pada teknis pengerjaan pembangunan Jalan Pramuka, Selatpanjang dengan panjang 3.5 KM itu, tampak pengenjaannya lebih bagus dari
sebelum-sebelumnya. Dimana pondasi Jalan dilapisi dengan uyung sagu, kemudian dialas terpal, lalu ditimbun dengan pasir batu.
Tampak jelas, jalan yang dilapisi dengan uyung sagu tersebut, pondasi jalan semakin padat dan kokoh dibandingkan dengan jalan yang menggunakan kayu bulat sebagai pondasinya. Dan tentunya juga hal ini sangat menguntungkan bagi daerah penghasil sagu seperti Kepulauan Meranti.
Penulis: Doni Ruby Saputra
Editor: rio