
Kegiatan peduli Kemanusiaan ini digelar HPT Rohil bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia Kota Pekanbaru.
PELITARIAU, Pekanbaru - Himpunan Persaudaraan Tionghoa Rokan Hilir (HPT Rohil) Pekanbaru, menggelar kegiatan bakti sosial donor darah, di Sekertariat HPT Rohil Jalan Bambu Kuning Kecamatan Sail Pekanbaru pada Minggu 25 September 2022.
Kegiatan peduli Kemanusiaan ini digelar HPT Rohil bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia Kota Pekanbaru.
Bakti sosial donor darah ini, merupakan kegiatan pertama Jajaran pengurus HPT Rohil periode 2022 - 2026 sejak dikukuhkan 2 Minggu lalu, tepatnya pada 10 September kemarin.
Terlihat kegiatan ini dihadiri oleh Ketua HPT Rohil Handy, Sekertaris HPT Rohil Dr. Santy SH MH, Dewan pembina, para Dewan Pertimbangan yang juga para pendiri HPT Rohil serta pengurus, anggota, dan seluruh simpatisan HPT Rohil Pekanbaru.
Ketua HPT Rohil Handy, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang bisa hadir pada kegiatan kemanusiaan donor darah ini.
Handy juga berharap dukungan dan partisipasi dari masyarakat kota Pekanbaru dalam penyediaan stok darah. Masyarakat diharapkan tidak bosan-bosannya membantu PMI.
“Karena banyak saudara kita yang sangat membutuhkan kebutuhan darah ini, kami HPT Rohil sudah mengagendakan kegiatan baksos Donor darah ini dalam setahunnya 3 hingga 4 kali, Saya juga mengucapkan terima kasih kepada PMI Kota Pekanbaru sudah memfasilitasi kegiatan kami," ujar Handy.
Ketua Panitia kegiatan ini, Jony didampingi sekretaris HPT Rohil Dr. Santy SH MH menyebutkan dalam Baksos donor darah ini panitia juga menyediakan pemeriksaan kesehatan dengan menghadirkan tenaga kesehatan dari Laboratorium Klinik Prodia.
"Peserta donor selain anggota HPT Rohil juga dari masyarakat Umum, Panitia juga memberikan buah tangan kepada para pendonor sebagai ucapan terima kami turut mensukseskan kegiatan ini," terang Jony.
Masih kata Jony, hingga baksos donor darah ini selesai panitia berhasil mengumpulkan sebanyak 69 kantong darah.
"Peserta yang daftar sebanyak 110 peserta ya, Namun banyak yang tidak memenuhi syarat, seperti HB terlalu rendah, ada juga peserta yang tekanan darahnya melebihi ketentuan, jadi tidak bisa donor meski sudah datang," terangnya.
Salah seorang peserta donor darah Afrizal Usman mengaku rutin mengikuti donor darah. Disebutkannya kesadaran masyarakat untuk menjadi pendonor sukarela masih rendah. Padahal kata Afrizal Usman banyak sekali manfaat rutin donor darah bagi kesehatan pendonornya.
"Hingga hari ini saya sudah ke 39 kali mendonorkan darah, selain membantu sesama, juga sangat bermanfaat bagi kesehatan kita sebagai pendonor," terangnya.**Prc7