
PELITARIAU, Rengat - Adanya limbah yang berada ditanah milik Tukijo warga Desa Gudang Batu Kecamatan Lirik Inhu membuat tanda tanya besar dari mana limbah tersebut berasal, dari Pertamina atau dari Stempek dahulu.
Tukijo, kepada pelitariau.com mengatakan jika dahulu pada tanah yang sekarang menjadi lokasi limbah adalah kolam ikan dan karena ada limbah yang menurutnya dari Pertamina maka ikan tersebut menjadi mati semua.
"Dahulu disini kolam ikan saya bang, sekarang sudah jadi seperti ini (limbah,red)," ungkap Tukijo.
Ditambahkan Tukijo permasalahan tersebut dianggapnya serius dan telah dibawa ke DPRD Inhu untuk dihearingkan pada hari Kamis depan.
Sementara itu Ahmad Jabar SH MH Humas PT Pertamina Lirik ketika di konfirmasi pelitariau.com di kawasan wisata Alam Lirik Sabtu (14/03) mengatakan Limbah tersebut tidak benar jika dikatakan dari PT Pertamina akan tetapi dari Stempek dahulu.
"Limbah itu bukan dari pertamina bang tapi dari stempek yang dahulu, kalau yang dari Pertamina sudah selesai di tahun 2013 silam." tegas Jabbar.
Dikatakan Jabbar untuk kerugian Tukijo pihak Pertamina sudah mengganti rugi senilai Rp33 juta selain itu pihak pertamina juga membantu untuk menutup limbah di tanah tersebut pada tahun 2014 lalu.
Masih kata Jabar, menanggapi timbunan tersebut mengakibat adanya kolam jadi terendam, menurut Jabbar hal tersebut tidak benar karena pada sebelumnya bukan kolam ikan melainkan hanya rawa.
"Itu dahulu bukan kolam melainkan rawa-rawa dan jika dikatakan kolam yang menggalikan jadi kolam justru Pertamina," tegas Jabbar.***
Penulis: Muhammad Anshori
Editor: Alfi