
Datuk Seri Syahril Abubakar, Ketua Umum DPH LAM Riau
PELITARIAU, Pekanbaru - Ketua Umum DPH LAM Riau, Syahril Abubakar tak ingin menanggapi banyaknya kritikan yang ditujukan kepadanya belakangan ini. Datuk Syahril bahkan menanggapi hal itu suatu hal yang lumrah.
Saat ditemui PELITARIAU di Gedung LAM Riau, Datuk Syahril bahkan menanggapi dingin terhadap kritik itu.
"Biase lah dinamika jelang Mubes, tak elok ditanggapi, tak mudah memang untuk memimpin lembaga yang bermarwah ini. Sesuai dengan ungkapan orang tue-tue, biar salah kain asal jangan salah cakap. Maka biarkan saya menjelaskan di Mubes nanti," ujar Datuk Syahril Abubakar, Selasa (29/3/22).
Belakangan ini sejumlah hujan kritikan dialamatkan kepada Ketua Umum DPH LAM Riau, mulai dari kritikan terkait persoalan LAM Pekanbaru, terkait BUMA, kemudian ada pihak yang memintanya mundur dari LAM, dan yang terakhir kritikan muncul dari Ketua MKA LAM Riau, Datuk Marjohan Jusuf yang meminta DPH menghentikan kegiatan yang tidak ada persetujuan dari MKA LAM.
Datuk Syahril Abubakar sangat menyadari, jika sudah hal biasa, organisasi yang akan bermusyawarah dan memilih kepemimpinan baru, ada pihak-pihak yang berkeinginan maju, termasuk gerakan dari dalam (dinamika) ditubuh LAM Riau.
"Kami LAM Riau membuka kesempatan kepada tokoh masyarakat melayu, anak melayu, untuk sama - sama merebut dan mengambil dukungan dari kabupaten kota sebagai pemilik suara. Dengan tidak mengecilkan, mencaci maki sesama calon. Ini adalah LAM, caranya berbeda dengan organisasi lain ataupun Parpol. LAM ini lebih kepada musyawarah mufakat," tegas Datuk Syahril.
Menurutnya, Dirinya sudah diserang sejumlah pihak yang tentunya ini muncul karena jelang pelaksanaan Mubes. Menurutnya, pada intinya di LAM seharusnya tidak terjadi seperti ini.
"Jangan sampai ini terjadi, kita harus saling menjaga Marwah Melayu, kalau tidak kita ya siapa lagi yang akan menjaga," sebut Datuk Syahril. **Prc7