
Di hadiri Wakil Bupati kabupaten kepulauan meranti AKBP (Purn,) H.Asmar ,Waka Polres meranti dan jajaran , unsur Pimpinan Daerah Para Pejabat TNI, Polri, dan Instansi lainnya,Para Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, dan Tokoh Masyarakat serta Para Tamu Undangan d
PELITARIAU, Meranti - Wakil Bupati kabupaten kepulauan Meranti AKBP (Purn,) H.Asmar Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2021 dan pengamanan Natal dan tahun baru di halaman kator Mapolres MerantiK, 23/ 2021
Di hadiri Wakil Bupati kabupaten kepulauan meranti AKBP (Purn,) H.Asmar ,Waka Polres meranti dan jajaran , unsur Pimpinan Daerah Para Pejabat TNI, Polri, dan Instansi lainnya,Para Tokoh Agama, Tokoh Pemuda, dan Tokoh Masyarakat serta Para Tamu Undangan dan Peserta Apel Gelar Pasukan.
Melalui Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin-2021, kita tingkatkan sinergi Polri dengan Instansi terkait dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman pada perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022" tentunya tetap memerhatikan protokol kesehatan,"ucap wabup
Perayaan hari raya Natal dan Tahun Baru (Nataru) sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia untuk melaksanakan kegiatan ibadah, berkumpul, dan bersuka cita bersama dengan keluarga serta merayakan pergantian tahun di lokasi. Hal ini tentunya akan meningkatkan mobilitas dan aktivitas masyarakat, sehingga berpotensi menimbulkan,"terang wabup
Dalam keterangan pers Presiden Joko Widodo terkait perkembangan masuknya varian Omicron di Indonesia, beliau mengingatkan bahwa "Sekarang, yang harus kita lakukan adalah bersama-sama berupaya sekuat tenaga agar varian Omicron tidak meluas di Tanah Air. Jangan sampai terjadi penularan lokal. Kita harus berupaya menjaga situasi di Indonesia tetap baik. Kita pertahankan jumlah kasus aktif agar tetap rendah. Tingkat penularan kita awasi agar bertahan di bawah 1. Jangan sampai itu melonjak lagi,"tegas wabup
Situasi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini sudah terkendali dimana tingkat penularan berada di bawah angka 1, dengan positivity rate dan BOR rumah sakit berada dibawah standar WHO. Kesuksesan dalam mengendalikan laju Covid-19 ini, membuat Indonesia menempati peringkat pertama di Asia Tenggara dalam rangka pemulihan Covid-19 menurut indeks Nikkei. Tentunya capaian ini harus kita pertahankan dengan tetap waspada. Kita harus melakukan berbagai upaya pencegahan untuk menyelamatkan bangsa Indonesia,dari bahaya pandemi Covid-19 dengan mengedepankan asas keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi "Salus Populi Suprema Lex Esto".
Oleh karena itu, Polri dengan dukungan dari TNI, Pemerintah Daerah, dan pemangku kepentingan lainnya menyelenggarakan Operasi Lilin-2021 yang dilaksanakan selama 10 hari mulai tanggal 23 Desember 2021 s.d. 2 Januari 2022. Fokus pengamanan adalah 54.959 obyek di seluruh Indonesia baik gereja, tempat wisata, pusat perbelanjaan, obyek perayaan tahun baru, terminal, pelabuhan, stasiun KA, dan bandara. Dalam pelaksanaannya, operasi ini akan melibatkan 177.212 personel pengamanan gabungan yang terdiri atas 103.188 personel Polri, 19.017 personel TNI, serta 55.007 personel yang berasal dari instansi terkait antara lain Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Pemadam Kebakaran, Linmas, Senkom dan instansi lainnya. Kekuatan personel tersebut akan ditempatkan pada 19.464 Pos Pengamanan dan 1.082 Pos Pelayanan.
Selain itu, pada satu minggu sebelum pelaksanaan operasi yaitu pada tanggal 17 s.d. 23 Desember 2021, Polri juga telah melaksanakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dan akan dilanjutkan kembali pada tanggal 3 s.d. 9 Januari 2021 untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pra dan pasca Operasi Lilin-2021.
Pelaksanaan pengamanan Nataru ini tentunya tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah, melalui Inmendagri Nomor 66 Tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan Covid-19 pada saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022. Dalam Inmendagri tersebut telah diatur secara khusus ketentuan pelaksanaan kegiatan masyarakat dan perjalanan pada masa Nataru sesuai level asesmen di masing-masing wilayah.
Situasi pandemi Covid-19 yang terkendali di Indonesia membuat pemerintah kesempatan bagi perekonomian memberikan untuk tumbuh. Berbagai pembatasan yang diterapkan saat ini tetap memberikan kesempatan kegiatan perekonomian masyarakat tetap berjalan dengan baik. Pada kuartal III 2021 kita sudah berhasil mencapai angka 3,51%.
Diharapkan dengan situasi Covid-19 yang tetap terkendali, pada kuartal IV 2021 kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi di angka 4,5% -5%.Untuk itu, momentum pertumbuhan ekonomi ini harus kita pertahankan dengan menjaga penyebaran Covid-19. Strategi penguatan pengendalian harus dilaksanakan dengan baik oleh seluruh pemangku kepentingan terkait untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 menjelang dan sesudah nataru dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Kedisiplinan terhadap protokol kesehatan 3M harus senantiasa dilaksanakan oleh seluruh masyarakat dengan penuh tanggung jawab ,Penguatan PPKM Mikro sampai di tingkat RT
Mendorong pengelola tempat wisata untuk mendapatkan sertifikasi CHSE dan seluruh outlet seperti tempat ibadah, restoran, hotel, pusat perbelanjaan, toko, perkantoran, terminal, dan sebagainya untuk menggunakan aplikasi Peduli Lindungi. Setelah terpasang aplikasi ini harus benar-benar digunakan. Jika terdapat pengunjung
yang belum divaksin langsung diarahkan ke gerai gerai vaksin terdekat. Jika terdapat pengunjung yang masuk kategori hitam, siapkan ruang isolasi sementara sebelum mendapatkan penanganan lebih lanjut,"ucap wabup
Melaksanakan penjagaan dan pengawasan pelaksanaan ibadah natal di gereja. Protokol kesehatan harus dilaksanakan secara ketat mulai dari ibadah secara hybrid, pembatasan jamaat maksimal 50% kapasitas ruangan, prokes 3M, mengatur mobilitas jemaat, sirkulasi udara yang baik, dan aturan lainnya sesuai dengan Surat Edaran Menteri Agama Nomor SE 31 Tahun 2021 tentang pencegahan dan penanggulangan Covid 19 pada Perayaan Natal Tahun 2021;
Persyaratan perjalanan pada berbagai moda transportasi juga harus betul-betul diawasi pelaksanaannya ,Penguatan pengawasan karantina PPLN yang masuk ke Indonesia baik melalui jalur darat, laut, dan udara.
Setiap terdapat kasus konfirmasi harus langsung dilakukan testing, tracing, dan treatment dengan baik. Lakukan isolasi mandiri, isolasi terpusat, atau perawatan di rumah sakit rujukan sesuai dengan standar yang ada;
Laksanakan random check swab antigen kepada para pelaku perjalanan dan siapkan pelayanan vaksinasi serta isolasi sementara di Posyan dan Pospam;
4 Menutup alun-alun dan meniadakan segala bentuk kegiatan masyarakat pada saat malam pergantian tahun. Utamakan perayaan tahun baru dirumah saja bersama dengan keluarga;
Melakukan percepatan program vaksinasi terutama pada Kab/kota yang belum mencapai target 70%,
Melakukan pengamanan dan pengendalian secara ketat terhadap pelaksanaan ibadah natal dan tahun baru pada titik-titik obyek vital yang telah ditetapkan;
Melakukan manajemen rekayasa lalu lintas, mulai dari penggelaran pospam dan posyan, contraflow,one way, ganjil-genap menuju tempat wisata, sosialisasi media hingga pengaturan gardu tol.
Jika langkah-langkah tersebut dapat dilakukan dengan baik, saya yakin laju penyebaran Covid-19 dapat terkendali. Oleh karena itu, sinergisitas antar pemangku kepentingan harus solid sebagaimana pesan Bapak Presiden Joko Widodo bahwa "sinergitas dan soliditas antar lembaga menjadi kunci keberhasilan penanggulangan paripurna Covid-19," jelas wabup