Ini kata Penyiar Senior Riau tentang Calon Komisioner KPID

Ahad, 07 November 2021

Penyiar senior Riau, Satria Utama

PELITARIAU, Pekanbaru - Hasil Seleksi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau telah diserahkan oleh Panitia Seleksi (Pansel) ke Komisi I DPRD Riau, untuk dilakukan Fit and Proper Test atau uji kelayakan dan kepatutan.

Ketua Komisi I, Ade Agus Hartanto yang menerima hasil pansel tersebut kepada sejumlah wartawan mengatakan, sebelum fit and proper test  dilaksanakan, terlebih dahulu akan dilakukan uji kelayakan publik selama 10 hari.

"Seluruh nama-nama calon komisioner KPID kita umumkan ke publik melalui media. Silahkan publik menilai. Kita beri waktu 10 hari, setelah itu baru dilaksanakan Fit and proper test," sebutnya pada akhir Oktober lalu.

Sebagaimana yang telah di umumkan sebelumnya, Panitia Seleksi (Pansel) telah melakukan berbagai tahapan seleksi dan akhirnya terdapat 21 Nama calon  Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Riau yang akan mengikuti Fit and proper test.

Ke 21 nama-nama tersebut, yakni Abdullah Mitrin, Asril Darma, Ahmad Royhan,  Bambang Suwarno, Dian Citra Andriani, Fithriady Syam, H. Falzan Surahman, Hisam Setiawan, Kazzaini KS,  dan M. Asrar Rais.

Selanjutnya, terlihat  juga nama Mario Abdillah Khair, Misbah, Oziwirman, Putri Poppy Nirmala, Raga Perwira, Ridwan, Robert Satria, Suci Shintia, Taufik Hidayat dan Tri Ranti .

Dari 21 nama calon komisioner KPID tersebut, nantinya akan ditetapkan sebanyak 7 orang sebagai komisioner KPID Periode 2021 - 2024.

Menariknya, dari 21 nama calon komisioner KPID itu, terdapat 17 laki-laki dan 4 Perempuan. Dari 4 Perempuan ini 3 diantaranya memiliki latar belakang sebagai penyiar radio.

Menurut tokoh penyiar senior Riau, Satria Utama saat diminta Penilaiannya terkait 21 nama-nama Calon Komisioner KPID tersebut,  Ia mengatakan  seleksi kali ini menurutnya lebih ada kemajuan dibanding seleksi KPID sebelumnya.

"Saya melihat ada sejumlah nama yang memang punya Basic di bidang penyiaran, dan ini tentu menjadi satu poin yang positif karena kita ingin KPID itu memang diisi oleh orang-orang yang juga memahami Problematika persoalan yang dihadapi dunia penyiaran," sebutnya, Minggu (07/11/21).

Satria Utama juga berharap,  DPRD Riau benar-benar menjadikan point bahwa background sebagai orang penyiaran itu menjadi poin yang cukup penting.

"Jadi, Walaupun saya paham ini pasti ada proses apa namanya politik dan sebagainya, pertimbangan-pertimbangan politik dan sebagainya, tapi jangan menyampingkan dan tidak menjadikan indikator pemahaman calon KPID itu memahami Problematika persoalan dunia penyiaran. Sehingga kedepan anggota komisioner KPID dapat menghasilkan program-program yang bermanfaat bagi tumbuh kembang baik secara program-program, yang atas maupun dari sisi Kesehatan, Bisnis  pada dunia penyiaran di Riau," harap Satria Utama.

Masih menurutnya,  Perkembangan radio diharapkan memiliki warna tersendiri Jika KPID Riau diisi setidaknya 3  orang dari 7 Komisioner KPID berlatar belakang Penyiar.

"Ya, Kalau kita lihat sekarangkan dunia radio mengalamin kondisi yang tidak terlalu bagus atau tidak terlalu sehat,  Pertama karena memang secara iklim bisnisnya sekarang ini tantangan eksternalnya ada pada kompetisi dari sektor-sektor media komunikasi yang lain seperti media sosial dan lain-lain, Namun di sisi lain sebenarnya masih bisa jika mau ber Inovasi Berkolaborasi dengan perkembangan perkembangan media yang ada," ujar Satria Utama.

Terkait keterwakilan perempuan di Komisioner KPID Riau, Satria Utama sangat mendukung.

"Jika ada 3 orang perempuan kita akan mendukung, dan itu Bagus. Namun yang lebih bagus mengerti dengan problematika dunia penyiaran saat ini," kata Satria Utama. ** Prc7.