Tak Ada Kontraktor yang Memenuhi Syarat, Bantuan 2.023 Ekor Sapi Pemprov Riau Ditunda Tahun Depan

Kamis, 16 September 2021

Ilustrasi

PELITARIAU, Pekanbaru -  Dikarenakan Kontraktor atau penyedia pengadaan ribuan ekor sapi untuk kelompok perternakan, tidak memenuhi persyaratan yang anggarannya telah dialokasikan pada APBD Riau tahun 2021, proyek ini dipastikan ditunda hingga tahun 2022.

Penundaan ini disampaikan Kepala Dinas Perternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Rahmat Setiyawan kepada PELITARIAU, Kamis (16/9/21) di Pekanbaru.

Dikatakannya, ditundanya bantuan sapi itu karena hasil tender tidak menemukan penyedian ribuan sapi sesuai ketentuan.
Karena penyedia yang ikut tender tidak memenuhi syarat, maka bantuan sapi itu akan diusulkan di tahun 2022. Sebab jika dilaksanakan di APBD Perubahan 2021 dikhawatirkan tidak terkejar pengadaan ribuan ekor sapi tersebut.

"Hasil evaluasi Pokja, dari 6 penyedia yang ikut tender semua tidak ada yang lulus administrasi atau tidak memenuhi syarat," sebutnya.

"Jadi Pokja memberikan masa sanggah sampai tanggal 16 September. Kalau sampai besok tidak ada yang menyanggah hasil evaluasi Pokja, maka akan dilakukan review oleh KPA, apakah dilanjutkan atau tidak," terangnya.

Ketika ditanya besaran anggaran pengadaan sapi itu, Rahmat Setiyawan mengatakan bantuan 2.023 ekor sapi itu anggarannya sebesar Rp26 miliar.

"Yang kita rencanakan bantuan sapi sebanyak 2.023 ekor dengan anggaran sebesar Rp26 miliar. Sapi itu akan disebar kepada 289 kelompok peternak di 12 kabupaten/kota," jelasnya.

Ditundanya pengadaan sapi ini, selain tidak adanya penyedia yang lulus persyaratan, juga jika dipaksakan pengadaan tersebut di APBD perubahan 2021 tidak cukup waktunya. Sebab untuk pengadaan 2.023 ekor sapi itu hanya dalam waktu 90 hari.

Rahmat Setyawan juga menambahkan, 6 penyedia bantuan sapi yang ikut lelang semua dari luar Provinsi Riau.

"Perusahaan yang ikut tender dari luar, tidak ada penyedia dari Riau. Karena pengadaan sapi ini skala besar, sebab pengadaan Rp15 miliar sudah kategori besar. Kemudian pengalaman penyedia wajib harus setengah dari nilai pengadaan. Artinya penyedia mininal harus ada pengalaman pengadaan sapi senilai Rp13 miliar baru bisa ikut lelang ini," sebut Rahmat Setyawan. **Prc7