Guru PNS di Rohul Tebas Leher Suami Hingga Tewas

Senin, 06 September 2021

Pelaku yang juga seorang Guru PNS di Rohul ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan terhadap suaminya. (Foto Humas Polsek Tandun Rohul).

PELITARIAU, ROHUL - Peristiwa pembunuhan yang menghebohkan terjadi  di Dusun 3 Desa Puo Raya, Kecamatan Tandun, Rokan Hulu Riau. Korbannya Bastian alias Geleng (40) tewas akibat leher ditebas pakai parang saat tidur. Pelakunya M yang merupakan istri korban sendiri, Jumat (3/9/2021) lalu.

Dari informasi yang berhasil dihimpun PELITARIAU, Peristiwa ini diduga ditenggarai persoalan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang diduga dilakukan sang suami. Kejadian itu terjadi saat mereka baru bangun tidur.

Peristiwa pembunuhan ini juga dibenarkan Kapolres Rohul AKBP Eko Wimpiyanto Harjito melalui Humas Aipda Mardiono Pasda. Dikatakannya, saat peristiwa itu, pelaku yang berinisial M (40) yang merupakan guru PNS ini baru saja bangun tidur.

Tiba-tiba suaminya yang bernama Bastian ribut, dan mengajak istrinya M ke sekolah tempatnya mengajar.

“Tujuan Bastian membawa istrinya ke sekolah, untuk mempermalukannya M dihadapan rekan kerjanya. Tidak hanya itu, Bastian juga mengancam akan membacok kaki pelaku,” terang Aipda Mardiono, Senin (6/9/21)

Masih kata Aipda Mardiono, beberapa hari sebelum kejadian, Bastian melihat istrinya ada komunikasi dengan laki-laki lain di facebook.

“Dia juga menuduh M selingkuh dengan orang lain,” terang Aipda Mardiono.

Dikarenakan temuan itu, Bastian bertengkar dengan istrinya, bahkan Bastian sampai main kasar dengan cara memukul, menginjak dan menganiaya istrinya itu.

Perlakuan korban itulah yang membuat pelaku sakit hati. Hingga akhirnya hari Jumat kemarin, pelaku mengambil parang dan langsung menebaskan ke leher korban.

Ternyata pada saat itu, Bastian sempat melawan usai dibacok oleh M, dan sempat terjadi perebutan parang antara keduanya, namun M kembali mendapatkan parang itu dan kembali menebas leher Bastian.

“Setelah korban tewas karena luka tebas itu, lalu pelaku menutup jenazah korban dengan selimut di tempat tidurnya,” ungkap Aipda Mardiono.

Kemudian M sempat memberitahu anak lelakinya, dan masih sempat membersihkan bercak-bercak darah di dalam kamar menggunakan kain pel.

Hingga akhirnya anak-anak M tidak tahan dan menceritakan kepada keluarga lainnya. Lalu pihak keluarga melaporkan perbuatan M kepada Polsek Tandun, Rohul.

“Siangnya, sekitar pukul 13.00 WIB polisi mengamankan pelaku,” sebut Aipda Mardiono.

Dalam peristiwa ini, polisi mengamankan barang bukti sebilah parang, selimut yang dipakai menutupi jenazah, dan sejumlah barang bukti lainnya.

Pelaku Dikenal Warga Memiliki Kepribadian Baik 

Tindakan Pembunuhan yang dilakukan M membuat warga yang mengenalnya terkejut, pasalnya ia dikenal memiliki kepribadian yang baik sela ini. Mereka semua sulit percaya apa yang telah dilakukan guru di SDN 016 Puo Raya tersebut.

"Saya dan semua warga tentu terkejut ada peristiwa seperti ini. Sulit kami percaya tapi nyata," sebut  Kepala Desa Puo Raya, Yasrijon.

Menurut Yasrijon, pasangan Bastian dan M selama dikenal sebagai keluarga yang harmonis. Mereka sudah dikarunia tiga anak. Si sulung kini kelas 1 SMA dan bungsu kelas 1 SD. Tidak pernah ada laporan atau keluh warga terhadap M dan keluarganya. Sebagai pribadi, M juga dikenal sebagai warga yang baik.

"Selama ini kami mengenalnya sebagai pribadi yang baik. Apalagi beliau seorang guru. Selama ini tak pernah ada yang salah darinya," kata Yasrijon. **Prc7