Kempang Pendistribusian Al-Qur'an di Meranti Rusak, TNI-AL Posal Selatpanjang Turun

Senin, 28 Juni 2021

Posal Selatpanjang yang merupakan Mitra dari Badan Wakaf Al-Qur'an (BWA) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau ternyata cukup sigap dalam menjaga kebersamaan.

PELITARIAU, Meranti - Posal Selatpanjang yang merupakan Mitra dari Badan Wakaf Al-Qur'an (BWA) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau ternyata cukup sigap dalam menjaga kebersamaan. 

Hal ini sebagaimana diceritakan oleh koordinator dan partner lapangan, Fendri atau yang dikenal Ustadz Fefen asal Selatpanjang yang ditunjuk sebagai koordinator BWA Kepulauan Meranti mengatakan jika Al Qur'an tersebut sudah disebarkan ke instansi, Pesantren dan tempat mengaji di seluruh desa di Kepulauan Meranti.

Ahad (27/6/2021) malam, Diceritakan tim BWA mulai bergerak mendistribusikan Al Qur'an pada 23 Juni 2021. Pendistribusian yang lebih dikenal dengan Al Qur'an road trip itu pun menyebar ke beberapa wilayah yang telah ditentukan.

"Alhamdulillah selama pendistribusian di Kepulauan Meranti tim dibantu oleh Mitra Lapang BWA Ustad Fefen bersama dengan 25 orang pemuda dari Komunitas Cinta Syariah. Selama perjalanan di wilayah kepulauan, tim menggunakan transportasi kapal Kempang untuk mengangkut Al-Quran ke beberapa wilayah yang telah ditentukan," kata Hazairin.

Selama di dalam perjalanan, tim BWA bukannya tanpa halangan, dimana kapal mereka mengalami kerusakan sangat parah, kondisi ini pun pernah mereka alami saat pendistribusian tahap pertama, dimana kapal diterpa hujan yang cukup deras dan gelombang yang cukup besar.

"Seperti yang diceritakan Ustadz Fefen,beberapa kali tim menemui kendala salah satunya pada saat perjalanan dari Tanjung samak menuju Sungai Tohor. Ketika perjalanan balik menuju Selat Panjang rupanya saringan oli kapal jebol sehingga membuat kapal mengapung di tengah selat mengikuti arus sungai dari jam 2 siang hingga jam 7 malam. Beruntung sebelum pendistribusian tim berkunjung ke Pos Angkatan Laut Selat Panjang bertemu dengan Danposal Letda Jerry. Alhamdulillah tidak lama setelah kami memberi kabar bahwa kapal kami mengalami trouble. Tim kemudian dijemput menggunakan kapal patroli," kata Hazairin.

Selain membagikan Al Quran, pihak BWA juga membawa 50 pakaian syar'i

untuk guru mengaji dari salah satu UKM Uwais Hijab dan 1.000 Al Quran dari Gerakan Bank Indonesia Berwakaf.

"Semoga kegiatan distribusi Al-Qur’an di wilayah Kepulauan Meranti dan Riau ini semakin menggemakan Al-Qur’an di dalam rumah, hati, dan jiwa kaum muslimin. Harapannya, tidak ada lagi rumah yang sunyi dari kalam ilahi karena Al-Qur’an telah ada dalam dekapan," ungkapnya.

Dia menjelaskan, Badan Wakaf Al Qur’an adalah lembaga filantrophy Islam yang fokus mengembangkan program wakaf yang inovatif. BWA mengedukasi umat untuk berwakaf, dan menjadikan wakaf sebagai gaya hidup. Dana wakaf yang dikumpulkan langsung disalurkan melalui proyek-proyek wakaf yang unik, kreatif, inovatif, dan solutif, sehingga dapat membantu menyelesaikan problem yang dihadapi oleh masyarakat Indonesia di pelosok Nusantara sampai tuntas. 

"Kami bergerak dengan visi menjadikan Waqaf sebagai gaya hidup dan muslim dan dengan misi menyalurkan Al Qur'an ke daerah-daerah rawan pendidikan dan rawan aqidah. Selain itu mengembangkan Program pendukung yang inovatif menyentuh problem asasi masyarakat sehingga memberikan nilai tambah bagi kehidupan," pungkasnya.

Untuk diketahui, BWA didirikan pada tahun 2005 oleh sejumlah ulama dan profesional Muslim menggagas sebuah lembaga yang diberi nama Badan Wakaf Al Qur'an. Lalu pada 1 Juni 2006, BWA mendapat sambutan baik dan dukungan dari MUI.

Selain mendistribusikan Al Qur'an, banyak program lainnya ysng dilakukan BWA. Diantaranya pembinaan, waqaf sarana air bersih (Water Action for People), wakaf sarana pembangkit listrik (Tebar Cahaya Indonesia Terang), wakaf produktif, donasi pendidikan (Indonesia Belajar), sedekah kemanusiaan, dan Zakat Peer to Peer.  **