Melihat Keterlibatan Sekda Hendrizal, Dugaan TSM di Pilkada Inhu 2020 Meninggalkan Jejak di WAG BINWAS KADES Inhu

Rabu, 23 Desember 2020

Barang bukti WhatsApp grup BINWAS KADES INHU menjadi barang bukti TSM menggunakan program pemerintah BLT dan PKH di Pilkada Inhu

PELITARIAU, Inhu - Ratusan kepala desa, camat, kepala dinas, Kepala Inspektorat dan Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri hulu (Inhu)-Riau Hendrizal, diduga terlibat dalam dugaan memenangkan Pasangan calon (Paslon) Bupati Inhu Rezita Meylani-Junaidi Rachman (Rajut) nomor urut 2 secara Terstruktur Sistematis dan Masif (TSM) di Pilkada Inhu 2020.

Banyak jejak yang di tinggalkan oleh aparatur pemerintahan tersebut dalam memenangkan Paslon Rajut nomor urut 2, salah satunya jejak digital di WhatsApp Grup (WAG) "BINWAS KADES INHU" yang melibatkan Sekda Hendrizal dalam kampanye masif dalam WAG BINWAS KADES INHU yang menjadi alat bukti dalam laporan Robby Ardi di Bawaslu Inhu tentang penggunaan program pemerintah Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

Menurut keterangan pelapor Robby Ardi kepada wartawan Rabu (23/12/2020) menjelaskan, selain bukti bukti percakapan di WAG BINWAS KADES INHU yang dijadikan bukti atas laporannya, sejumlah saksi juga dihadirkan ke Bawaslu Inhu dalam dugaan TSM menggunakan program pemerintah BLT dan PKH untuk memenangkan Paslon Rajut nomor urut 2 di Pilkada 9 Desember kemarin.

"Bukti yang saya ajukan yang ada dalam WAG BINWAS KADES INHU tersebut, terakhir Kades Banjar Balam atas nama Arifin menyampaikan pertemuan Senin 8 Desember 2020 dan mendapatkan tanggapan dua jempol dari Sekda Hendrizal, apa isi pertemuan itu harus diselidiki oleh Bawaslu," kata Robby Ardi.

"Diharapkan Kades2 yg berkesempatan bisa hadir bersama di p.reba hari Senin... jam 10 pagi... tks," bunyi pesan WhatsApp yang di kirimkan oleh Kades Arifin yang mendapat dua jempol dari Sekda Hendrizal dalam WhatsApp BINWAS KADES INHU.

Dalam bukti WAG BINWAS KADES INHU itu, beberapa kali Kepala inspektorat Inhu, Boyke Sitinjak berkomentar dan diakhir komentarnya menyampaikan salam dua jari, salam dua jari itu dimaksudkan oleh pelapor adalah sebuah simbol ajakan untuk memilih Paslon Bupati Inhu Rajut nomor urut 2.

Kata Pelapor, Kepala dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Riswidiantoro yang paling aktif memotifasi anggota WAG BINWAS KADES INHU mengajak memenangkan Paslon Rajut nomor urut 2 dalam pesan pesan yang dikirimkan dalam WhatsApp grup tersebut.

Salam satu pesanya adalah, mengirimkan simbol dua jari sambil berkomentar "Mainkan, sebarkan dan Rajutkan".

Selain bukti-bukti yang menguatkan adanya TSM menggunakan program pemerintah BLT dan PKH sampai melibatkan Kades kata Pelapor, saksi dari masyarakat yang bantuan BLT dan PKH mendengar langsung ucapan pejabat yang memerintahkan untuk memilih Paslon Bupati Inhu nomor urut 2.

"Sekda Hendrizal dan Inspiktur Boyke jelas keterlibatannya dalam TSM yang bisa dibuktikan dalam WAG BINWAS KADES INHU, kemudian Sekda dan Inspiktur sebagai pejabat pembina pegawai dan aparatur pemerintahan sengaja membiarkan gerakan TSM terjadi di Pilkada Inhu," ucapnya. **Prc