
Foto Kondisi Tumpukan Sampah Masih Berserakan di Pasar Bawah Taman Penyu Air Molek
PELITARIAU, Inhu - Sudah tidak rahasia umum lagi dipusat belanja pasar tradisional terlihat timbunan sampah berserakan tepatnya di Pasar bawah (Taman Penyu) Kel Air Molek 1 Kec Pasir Penyu Kab Inhu Prov Riau, Timbunan sampah dari limbah rumah tangga tersebut sudah menumpuk sejak Hari Raya Idul Fitri sampai sekarang.
Namun hingga saat ini tak diangkut petugas kebersihan dari pantauan Awak Media, sampah plastik, karton, sayur, buah, tulang ikan dan daging menumpuk disekitar lokasi Taman Penyu pasar bawah Air Molek itu hingga Minggu (31/5/2020) tidak ada tindakan dari Pemerintah setempat untuk mencarikan solusinya.
“Sejak Lebaran sampai sekarang belum ada petugas kebersihan yang mengangkut sampah tersebut,“ keluh Rusli Syarif, Pengurus LAM Kec Pasir Penyu .
Peria biasa disapa pak Coty itu mengaku, tumpukan sampah di taman penyu itu sudah dikeluhkan warga sejak lama. Sebab selain karena menimbulkan bau yang tidak sedap, timbunan sampah juga banyak berserakan sehingga mengganggu kesehatan warga.
Ia kuwatir tumpukan sampah disana mengundang bermacam jenis penyakit sebagai mana sudah bertolak belakang dengan protokoler pemerintah untuk melawan Virus Corona.
Untuk itu, Rusli pun mendesak agar Bupati Inhu H Yopi Arianto SE menegur Camat, Pengelola Pasar, Dinas Perdagangan dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kab Inhu untuk segera mengangkut limbah tersebut sebelum banyak warga yang terserang penyakit.
"Kalau dalam beberapa hari kedepan belum juga direspon keluhan masyarakat dikuatirkan nanti ada tangan jahil segaja membakarnya tentu berdampak kepada lingkungan," ujar Pengusaha Properti itu.
Disisi lain salah seorang Warga setempat mengaku sudah melaporkan masalah sampah yang menumpuk di kampungnya itu kepada pihak pengelola pasar, warga sekitar sangat tertangggu dengan adanya tumpukan sampah di pasar tradisional itu.
Akibatnya setiap warga yang melintas terpaksa menutup hidung karena bau sampah sangat menyengat.“Saya minta sampah-sampah ini segera diangkut, jangan sampai ada warga yang terkena sakit dulu baru ada tindakan.
"Kalau seberawut seperti saat ini bagaimana Kab Inhu ingin mendapatkan kembali Piala Adipura, dikarenakan kebersihan terutama sampah yang ada di pasar tradisional dibiarkan berantakan,"ujar Defri.
Ketika hal tersebut dikonfirmasi dengan Pemerintah setempat Bupati Inhu melalui Camat Pasir Penyu Bambang H kepada awak media memaparkan segera akan kita respon dan kita komunikasikan dengan dinas pasar karena sumber sampah memang beragam.
"Camat mengucapkan terima kasih kepada masyarakat telah memberikan informasi atas tumpukan sampah tersebut segera akan direspon dalam waktu dekat ini," singkatnya.
Selanjutnya Politisi PPP Dapil Kec Pasir Penyu, Bayu Novyandri Surbakti SH MKN membenarkan serta tidak menampik jika di wilayahnya menumpuk sampah.
Lanjut Anggota DPRD Inhu itu bahwa tumpukan sampah dipasar bawah itu bisa menimbulkkan pencemaran air tanah karena sampah akan meresap ke tanah.
Terkait hal ini, Bayu mengaku akan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten dan Kecamatan serta Dinas Pasar selaku pihak yang bertaggung jawab terhadap pasar untuk mencarikan solusinya.
“Apalagi masalah ini sudah berulang kali dilaporkan warga kepada Dinas Pasar, kenapa tidak direspon ini menjadi perhatian semua pihak termasuk Anggota DPRD keterwakilan dari Kecamatan Pasir Penyu," bebernya.**(prc3)