Sejak Januari, 281 Kasus DBD Ditemukan di Pekanbaru

Kamis, 02 April 2020

PELITARIAU, Pekanbaru - Sejak Januari hingga akhir Maret 2020, 281 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) ditemukan di Kota Pekanbaru. Satu demi yang diterima dunia pada Februari lalu.

 

Satu warga yang meninggal yang merupakan berinisial R (20) warga Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Senapelan. Korban sudah merasakan sakit sejak Jumat 7 Februari lalu. Diketahui, korban baru memeriksakan kesehatan dan berobat dua hari setelah itu.

 

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru M Amin melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Pekanbaru, Maisel Fidayesi menjelaskan, persoalan DBD merupakan persoalan lingkungan. Ia meminta partisipasi masyarakat menjaga lingkungan.

 

"Bagaimana kita menata lingkungannya supaya tidak bertelur lagi nyamuk aedes aegypti itu," kata Maisel, Kamis (2/4/2020).

Diskes juga meminta peran Puskesmas di masyarakat terus dimaksimalkan. Masyarakat diajak supaya ikut membersihkan lingkungan bersama, melakukan 3M plus.


Program Diskes Pekanbaru, kata dia, sudah lakukan penyuluhan kepada masyarakat, baik melalui dinas langsung atau melalui puskesmas. Juga ada program melalui Biaya Operasional Kesehatan (BOK).


"Turun ke lapangan, langsung ke masyarakat jadi kita tidak menunggu di Puskesmas lagi. Kita turun ke masyarakat, kita wajib turun mengajak masyarakat untuk memerangi DBD. Untuk obat, saya rasa cukup, untuk penanganan DBD cukup," jelasnya.


Kasus DBD Hingga minggu ke-12 Tahun 2020


Kecamatan Tenayan Raya 51 kasus

Kecamatan Tampan 43 kasus
Kecamatan Marpoyan Damai 36 kasus
Kecamatan Payung Sekaki 34 kasus
Kecamatan Bukit Raya 34 kasus
Kecamatan Rumbai 16 kasus
Kecamatan Rumbai Pesisir 10 kasus
Kecamatan Limapuluh 25 kasus
Kecamatan Sukajadi 11 kasus
Kecamatan Senapelan 15 kasus
Kecamatan Sail 2 kasus
Kecamatan Pekanbaru Kota 4 kasus

 


Total: 281 Kasus. ** prc4

sumber: cakaplah.com