BPOM Inhil Instruksikan Agar Cuci Tangan Setelah Gunakan Hand Sanitizer Berulang Kali, Ini Sebabnya

Senin, 30 Maret 2020

Kepala BPOM Inhil, Ayi M.S

PELITARIAU, Tembilahan - Mencuci tangan setelah menggunakan pembersih tangan dalam 4-5 kali saling membantu dengan air mengalir dan sabun untuk menghindari penularan virus. Hal tersebut sesuai dengan instruksi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil).

Informasi yang disampaikan Kepala BPOM Inhil, Ayi Mahfud Sidiq karena melihat antusias masyarakat dalam penggunaan cairan pembersih tangan atau yang sering disebut dengan pembersih tangan untuk mencegah penularan virus Covid-19 (Corona).

"Bila pembersih tangan telah digunakan 4-5 kali selesai-ikut maka tangan harus membantu menggunakan udara dan sabun. Hal ini dilakukan untuk menghilangkan residu kuman yang sudah mati akan tetap menempel di tangan," jelas Ayi.

Ia juga mengatakan penggunaan pembersih tangan hanya di tempat yang jauh dari tempat cuci tangan atau di dalam ruangan yang sulit.

"Gunakan pembersih tangan kompilasi jauh dan dalam air bersih, ganti dalam air sehingga perlu cuci tangan dengan air lalu lintas, itu lebih baik," tuturnya.

Selain itu menurut Ayi, pembersih tangan tidak sesuai digunakan dengan cara penggunaan dan tidak berlebihan dalam penggunaannya.

"Kandungan alkohol pada pembersih tangan adalah 60-80%, sehingga mudah kering dan kasar menggunakan pembersih tangan. Pada beberapa orang yang memiliki kulit sensitif, Pembersih Tangan dapat mengiritasi kulit," sebut Ayi.

Pembersih tangan pada penggunaannya membunuh langsung kuman atau virus di tangan, namun tidak efektif kompilasi tangan tampak kotor.

"Jika tangan dalam kondisi tampak kotor, seperti selesai bercocok tanam, lebih disetujui untuk menggunakan sabun cuci tangan agar lebih efektif," tukasnya. ** prc4