
Foto sumber google
PELITARIAU, Meranti - Bupati Drs H Irwan menyatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Meranti sudah menetapkan siaga darurat wabah virus corona atau covid-19 melalui Surat Keputusan Bupati. Dengan siaga darurat secara otomatis dana TT (tidak terduga) bisa langsung digunakan.
Untuk menangani penyebaran Corona, Pemkab telah menyediakan anggaran. Bupati mengatakan pembiayaan melalui APBD Kepulauan Meranti ini sebesar Rp5,2 miliar.
"Kita sudah siapkan anggarannya. Peruntukannya untuk antisipasi, pencegahan dan penanganan penularan virus corona. Anggarannya dari APBD, kalau misalnya tidak cukup nanti kita minta bantu ke provinsi,” kata Bupati Irwan.
Dikatakan Irwan, jika kasus ini merebak dengan cepat penularannya, maka pemerintah daerah akan membuat skenario dengan membangun rumah sakit lapangan yang berbentuk tenda lengkap dengan tempat tidur dan peralatan.
"Jika kasus ini merebak dengan cepat dan penularannya sangat tinggi dalam waktu tertentu, maka kita akan membangun rumah sakit lapangan yang berbentuk tenda di halaman rumah sakit umum itupun hanya untuk lebih kurang 30 tempat tidur," kata Irwan.
Dikatakan Irwan ruang isolasi yang ada saat ini tidak akan maksimal untuk menampung pasien jika terjadi penularan yang sangat cepat.
"Ketentuannya kita memang bisa merujuk ke rumah sakit rujukan yang ada di Dumai dan yang ada di Pekanbaru tapi kita bayangkan di Pekanbaru sendiri sudah penuh. Yang penting saat ini yang kita lakukan bagaimana kita menyiapkan kesiapan untuk masyarakat kita sendiri dulu. Saya menginginkan bagaimana kita mandiri dan bisa ditanggani disini sehingga tidak berdampak terlalu berat," tutur Irwan.
Menurut asumsi Bupati, anggaran sebesar itu akan digunakan untuk 20 ruang isolasi yang terbagi 6 ruangan di RSUD dan 14 ruang di 7 Puskesmas kemudian ditambah 30 tempat tidur di rumah sakit lapangan yang akan dibangun di halaman RSUD Kepulauan Meranti.
"Anggaran Rp 5,2 miliar itu untuk total 50 ruangan dengan perhitungan satu orang itu membutuhkan biaya Rp 10 juta selama 14 hari dia dirawat," pungkas Bupati. **