Kanal

Pembangunan Dorak Port Selatpanjang Digesa

PELITARIAU, Selatpanjang - Pembangunan Pelabuhan Dorak atau Dorak Port (DP) di Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, terus digesa. Sampai saat ini proyek yang dibiayai secara multiyears tersebut sudah hampir 60 persen dikerjakan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Meranti, Iqaruddin, melakukan peninjauan rutin terhadap pengerjaan proyek tersebut, Selasa (23/90 . Dia didampingi Asisten Administrasi Umum, Tengku Akhrial, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Ardhani dan Kepala Bagian Humas Setda, Ery Suhairi.

"Kita melihat progres pembangunan pelabuhan ini cukup baik. Kita minta rekanan menggesa proses pengerjaan namun tetap mengutamakan mutu dan kualitas pengerjaan," tegas Sekda.

Menurutnya, kehadiran pelabuhan berstandar internasional tersebut sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, terutama dalam memudahkan arus barang dan orang. Selama ini arus barang dan orang terhambat karena sarana pelabuhan yang kurang memadai, terutama pelabuhan bongkar muat, sehingga barang yang akan keluar dan masuk ke Kepulauan Meranti mengalami keterlambatan.

"Akibatnya harga barang menjadi tinggi. Kalau pelabuhannya sudah baik dan arus bongkar barangnya bisa cepat tentu bisa menekan biaya sehingga berpengaruh pada harga barang," papar Sekda.

Sedangkan Kepala Dinas PU, Ardhani, menjelaskan proyek tersebut dikerjakan dalam tahun jamak selama tiga tahun. Nilai totalnya mencapai sekitar Rp 102 Miliar.

"Saat ini dermaga untuk pelabuhan penumpang dan pelabuhan bongkar muat sudah selesai. Namun pekerjaan yang paling banyak dan memakan waktu itu adalah pematangan lahan. Kita lihat pematangan lahan sudah hampir selesai dan diperkirakan tuntas akhir tahun ini," papar Ardhani.

Menurut dia, proses pematangan lahan di Kepulauan Meranti berbeda dengan daerah-daerah yang tanahnya sudah keras seperti Pekanbaru atau Batam. Mengingat kondisi tanah gambut di daerah ini yang memiliki kandungan air tinggi, maka digunakan teknologi khusus dengan menanam ribuan saluran air sebentuk selang jenis PVD (port vertical drain) dengan kedalaman sekitar 20 meter pada jarak satu meter.

"Dengan tekanan timbunan pasir di atasnya maka air akan keluar melalui saluran-saluran tersebut. Untuk lahan gambut memang harus menggunakan teknologi ini agar kontur tanahnya lebih kuat," jelasnya.

Semenetara itu pembangunan gedung terminal diperkirakan tidak memakan waktu lama. Namun dengan berbagai kendala yang dialami dalam pembangunan Pelabuhan Dorak ini, terutama menyangkut ganti rugi lahan, maka Ardhani memperkirakan tahun depan baru akan dimulai pengerjaan gedung-gedung tersebut. "Nanti akan dilelang secara reguler saja," sebut Ardhani. (kor. nto)

 

Editorial: Rio Ahmad


Ikuti Terus Pelitariau.com

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER