Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa miris dengan banyaknya anak-anak di Indonesia yang kekurangan gizi dan berakhir meninggal dunia. Pada tahun 2014, berdasarkan data dari Unicef, di Indonesia rata-rata 480 balita meninggal setiap hari.
"Kita mungkin agak kaget bahwa data Unicef tahun 2014 setiap hari ada balita meninggal sampai 480 anak perhari di Indonesia. Data Unicef ini memang harus menjadi catatan kembali untuk kita semua," kata Khofifah di The Media Hotel, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2015).
Khofifah mengimbau agar perempuan selalu memperhatikan kondisi tubuh dan menjaga gizinya. "Jadi menjaga gizi bukan saja pada saat hamil, saya sampai konsultasi kusus dengan menkes," tuturnya.
Untuk menjaga gizi tubuh sebaiknya jangan sampai kekurangan yodium dan zat besi. Karena dengan kekurangan yodium dan zat besi berpotensi munculnya disabilitas yang cukup signifikan.
"Bisa sampai 63 persen penyandang disabilitas karena bawaan atau karena penyakit. Nah rupanya membangun gizi yang baik, membangun zat besi yang baik, membangun yodium yang baik dalam komponen asupan, kita harus memulainya sejak remaja," jelasnya.
Saat seorang ibu hamil dalam kondisi gizi yang baik maka anak lahir dalam kondisi yang sehat. "Bayangkan sehari kalau sampai 480 balita meninggal. Maka ini menjadi PR bagi kita semua, cukup signifikan. Oleh karena itu pemerintah punya PR bersama untuk saling mensinergikan," paparnya.
Khofifah meminta penggerak dari lini terbawah yakni posyandu untuk ikut serta menggerakkan masyarakat tentang gizi baik sejak remaja.
"Jadi ingat bukan sejak hamil tapi sejak remaja. Jadi sejak hamil sudah terbangun asupan gizi yang baik," ujar Khofifah.
(fan/fdn)