PELITARIAU, Pelalawan - Kemacetan panjang sempat melanda kawasan Jalan Lintas Timur KM 75, Kabupaten Pelalawan, Riau. Arus lalu lintas di jalur padat antarprovinsi tersebut mengalami hambatan yang cukup signifikan sebagai dampak dari adanya proyek perbaikan dan peningkatan infrastruktur jalan di lokasi setempat.
Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Tatit Riskyan, mengungkapkan selain faktor perbaikan jalan, kemacetan diperparah oleh ulah sejumlah pengendara yang tidak tertib.
"Banyak kendaraan yang nekat melambung dan mengambil jalur dari arah berlawanan, sehingga mengunci pergerakan arus kendaraan yang datang dari arah sebaliknya," kata Tatit Kamis (25/6/2026).
Menyikapi situasi tersebut, personel kepolisian bersama petugas lalu lintas langsung diterjunkan untuk berjibaku mengatur arus kendaraan di lapangan. Berbagai upaya preventif sebenarnya telah dilakukan oleh pihak kepolisian, mulai dari pemasangan rambu-rambu petunjuk hingga pembentangan spanduk imbauan agar para pengguna jalan tetap tertib.
Namun, karena masih banyak pengendara membandel yang mengabaikan imbauan tersebut, Satlantas Polres Pelalawan akhirnya mengambil langkah represif.
"Petugas di lapangan menjatuhkan sanksi tilang di tempat bagi para sopir dan pengendara nakal yang nekat menerobos antrean demi memberikan efek jera dan meningkatkan kesadaran berlalu lintas," ucap Tatit.
AKP Tatit menegaskan tindakan tegas berupa tilang ini sangat perlu dilakukan demi melindungi hak-hak pengguna jalan lain. Langkah ini diharapkan mampu menyadarkan masyarakat untuk saling menghormati sesama pengendara yang sudah mengantre dengan tertib dan mematuhi aturan yang berlaku.
Dalam proses penguraian arus lalu lintas yang padat ini, Satlantas Polres Pelalawan juga mendapat dukungan moral dan logistik dari pihak swasta. Sejumlah perusahaan yang beroperasi di sekitar lokasi kejadian turut turun tangan dan berkolaborasi bersama petugas demi mempercepat pemulihan kelancaran jalur vital tersebut.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Riau, Kombes Jeki Rahmat Mustika, menjelaskan bahwa kawasan KM 75 ini merupakan titik yang cukup rawan banjir. Oleh sebab itu, proses penimbunan dan perbaikan jalan harus digesa agar mobilitas masyarakat serta jalur distribusi logistik tidak terputus saat musim hujan tiba.
"Kami apresiasi kepada seluruh personel dan pemangku kepentingan yang telah bekerja keras di lapangan. Berkat sinergi dan kerja sama yang solid dari semua pihak, arus lalu lintas di Jalan Lintas Timur KM 75 kini sudah kembali normal dan kondusif," kata Jeki.**Prc6