PELITARIAU, PASIR PENGARAIAN – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Pasir Pengaraian terus memperkuat pembinaan berbasis kemanusiaan. Melalui kegiatan "Sambung Rasa", jajaran petugas berdialog langsung dengan warga binaan untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif dan harmonis.
Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian, Efendi Parlindungan Purba. Dalam forum dialog terbuka tersebut, Kalapas hadir tidak hanya sebagai pimpinan, tetapi juga sebagai pendengar aktif yang menyerap aspirasi, kendala, serta kebutuhan mendasar warga binaan.
"Kami ingin meruntuhkan sekat antara petugas dan warga binaan. Sambung rasa ini bukti bahwa pembinaan utama di lapas adalah pendekatan manusiawi. Kami hadir untuk mendengar, memahami, dan mencari solusi atas setiap kendala yang dihadapi selama menjalani masa pidana," ujar Efendi Parlindungan Purba.
Sinergi Pengamanan dan Pembinaan
Peran krusial jajaran pengamanan turut dipertegas oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas, Ka. KPLP, Veazanol Kosuma bersama petugas pengamanan lainnya. Veazanol menekankan pentingnya kedisiplinan yang sejalan dengan pemenuhan hak warga binaan.
"Stabilitas keamanan tercipta bukan karena paksaan, tetapi dari komunikasi edukatif dan solutif. Sinergi antara KPLP dan warga binaan adalah kunci agar ketertiban terjaga secara alami," tegas Veazanol Kosuma.
Seluruh jajaran petugas Lapas Pasir Pengaraian juga dilibatkan untuk memastikan setiap layanan berjalan transparan dan tepat sasaran. Mulai dari pemenuhan hak integrasi, layanan kesehatan, hingga kebutuhan dasar harian warga binaan.
Komitmen Transformasi Lapas Humanis
Melalui "Sambung Rasa", Lapas Kelas IIB Pasir Pengaraian menegaskan komitmen bertransformasi. Lapas tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga menjadi tempat pembinaan yang mengedepankan nilai kemanusiaan.
Komunikasi dua arah yang intens ini diharapkan meminimalisir potensi gangguan keamanan sekaligus mendukung optimalisasi program pembinaan.
"Lingkungan yang aman dan tertib adalah hasil komunikasi yang baik. Dengan mendengar aspirasi mereka, kita bisa melangkah lebih baik dalam melakukan pembinaan sesuai ketentuan dan rasa keadilan," pungkas Kalapas.**Prc6