PELITARIAU, Indragiri Hilir – Komitmen Polri menegakkan disiplin kembali dibuktikan Polres Indragiri Hilir. Dua personel resmi diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) dalam upacara yang dipimpin langsung Kapolres Inhil, AKBP Farouk Oktora, S.H., S.I.K., di halaman Mapolres Inhil, Selasa (2/6/2026) pagi.
Upacara yang berlangsung khidmat sejak pukul 07.30 WIB itu dihadiri Wakapolres, para pejabat utama, perwira, bintara, serta ASN Polres Inhil. Prosesi ditandai dengan pembacaan Keputusan Kapolda Riau dan pemberian tanda silang pada foto personel yang diberhentikan oleh Inspektur Upacara.
Dua personel yang di-PTDH adalah:
BRIPKA Andi Roza, Unit Samapta Polsek Tanah Merah, berdasarkan Kep Kapolda Riau Nomor KEP/183/IV/2026 tanggal 23 April 2026. BRIPKA Arani Ade Candra, Unit Samapta Polsek Gaung Anak Serka, berdasarkan Kep Kapolda Riau Nomor KEP/187/IV/2026 tanggal 29 April 2026. Tegaskan Komitmen Jaga Marwah Polri Dalam amanatnya, AKBP Farouk Oktora menegaskan PTDH bukan sekadar seremoni administrasi, melainkan bukti nyata komitmen Polri menegakkan disiplin, integritas, dan akuntabilitas.
“Setiap anggota Polri telah bersumpah mengabdi kepada masyarakat. Ketika amanah itu dilanggar dan bertentangan dengan Tribrata serta Catur Prasetya, institusi harus bertindak tegas. Tidak ada ruang bagi pelanggaran yang mencederai kepercayaan publik,” tegas Kapolres.
Ia menyebut keputusan PTDH merupakan langkah terakhir setelah melalui proses panjang, objektif, dan sesuai ketentuan. Meski berat karena berdampak pada keluarga, sanksi tegas diperlukan demi menjaga marwah institusi.Jadikan Cermin Introspeksi Kapolres meminta seluruh personel menjadikan peristiwa ini sebagai peringatan serius dan bahan evaluasi diri.
“Saya tidak ingin ada lagi personel yang mengakhiri karier dengan cara seperti ini. Jadikan momen ini cermin untuk memperbaiki sikap, meningkatkan disiplin, dan memperkuat komitmen pengabdian. Kehormatan harus diraih lewat kerja keras dan integritas, bukan hilang karena pelanggaran sendiri,” ujarnya.
Lebih lanjut, AKBP Farouk menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat sebagai modal utama Polri. Kepercayaan itu hanya bisa diraih melalui kinerja baik, perilaku terpuji, dan pelayanan humanis.
“Jadilah teladan bagi keluarga dan masyarakat. Perkuat iman, disiplin pribadi, dan hindari perilaku yang merugikan diri sendiri maupun institusi,” pungkasnya.
Upacara PTDH ini menjadi pengingat seluruh anggota Polri untuk senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.**Prc6