PELITARIAU, Pekanbaru – Darah pejuang mengalir deras dalam diri Bupati Kuantan Singingi, Suhardiman Amby. Tak hanya dikenal sebagai kepala daerah yang energik, ia juga merupakan cucu dari pejuang 45 sekaligus pemegang amanah adat bergelar Datuk Bendaro Kuning.
Gelar adat tersebut disematkan oleh Lembaga Adat Melayu Riau LAMR Kuantan Singingi pada tahun 2022 lalu. Datuk Bendaro Kuning bukan sekadar gelar simbolis. Dalam tradisi Luhak Nan Bungsu, gelar ini diberikan kepada tokoh yang dinilai memiliki keteguhan, keberanian, dan jiwa pengayom masyarakat — persis seperti karakter para pejuang kemerdekaan.
Warisan Semangat Pejuang 45
Suhardiman Amby merupakan cucu dari salah satu pejuang 45 di Kuantan Singingi. Sejak kecil, ia tumbuh dengan kisah-kisah perjuangan kakeknya melawan penjajah. Nilai-nilai patriotisme, pantang menyerah, dan cinta tanah air itu kini ia bawa dalam kepemimpinannya.
"Gelar Datuk Bendaro Kuning ini amanah. Kakek saya dulu berjuang angkat senjata, saya sekarang berjuang angkat harkat dan martabat masyarakat Kuansing," ujar Suhardiman saat ditemui usai acara adat, Minggu 17/5/2026.
Memadukan Adat dan Pembangunan
Sebagai Datuk Bendaro Kuning, Suhardiman aktif mendorong pelestarian adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah di Kuansing. Di sisi lain, sebagai bupati ia gencar membangun infrastruktur, menekan angka stunting, dan mempromosikan Festival Pacu Jalur hingga ke kancah internasional.
Ketua LAMR Kuansing menyebut, sosok Suhardiman merepresentasikan pemimpin yang “tajak dari niniak mamak, cadiak dari rang tuo” kuat karena adat, cerdas karena pengalaman.
Kini, di tangan sang cucu pejuang, Kuantan Singingi bergerak maju tanpa meninggalkan akar budaya. Semangat 45 dan marwah Datuk Bendaro Kuning menjadi dua sayap yang membawa Kuansing terbang lebih tinggi.**Prc6