PELITARIAU , Pekanbaru - Kampung Silat Tuah Negeri Melayu Riau Alam Mayang Pekanbaru, kembali menggelar kejuaraan dan penampilan silat kreasi.
Kegiatan dinamakan, Jambore Silat Lintau IX Koto Indonesia Kampung Silat Tuah Negeri Melayu Riau Cup VII Piala Bergilir ke 3 Kapolresta Pekanbaru tahun 2025.
Acara secara resmi dibuka Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika SIK yang diwakili Kapolsek Tenayan Raya Polresta Pekanbaru, Kompol OK M. Syahrial SE SIK MM, Kamis (29/5/2025) sore dan dihadiri Ketua Umum Silat Lintau IX Koto Indonesia Provinsi Riau Tuan Guru Pandeka Kayo Sakti, Drs. Riyono Gede Trisoko MM.
Menurut Kompol OK. M. Syahrial, Jambore Silat Lintau IX Koto Indonesia Kampung Silat Tuah Negeri Melayu Riau Cup VII Piala Bergilir ke 3 Kapolresta Pekanbaru tahun 2025 ini merupakan gagasan serta ide cemerlang, akan menjadi potensi dalam pengembangan ilmu beladiri bagi seluruh generasi muda.
"Saya ucapkan terimakasih, kepada Ketua Umum Silat Lintau IX Koto Indonesia Riau Riyono Gede Trisoko yang telah menggagas kegiatan positif ini. Kepada seluruh peserta, agar menfaatkan potensi ini, secara benar dan tepat sasaran dalam menjaga kelestarian warisan budaya," ungkapnya kepada awak media.
Kemudian dirinya menambahkan, kepada semua peserta tetap semangat dan ikuti kejuaraan ini, secara sportif, karena silat bukan untuk pandai kelahi, namun sebagai ajang beladiri.
Pada Jambore Silat Lintau IX Koto Indonesia Cup VII di Alam Mayang, Pesilat Dharma Loka menjadi Juara.
Diikuti 118 peserta, pesilat Dharma Loka menjuarai kelas pra remaja atas nama Cirayesa Lai dan Fanny Angela Juara 1. Untuk Juara 2 Erick Leander Wijaya.
Di tempat terpisah, Ketua Umum Silat Lintau IX Koto Indonesia Provinsi Riau, Tuan Guru Pandeka Kayo Sakti Riyono Gede Trisoko mengungkapkan, melalui kejujuran ini, berupaya mencari bibit baru, maka dari itu, utamakan keselamatan.
"Maka dari pada itu, saya berpesan kepada ketua panitia penyelenggara serta panitia, tidak menggunakan tindakan yang dapat membahayakan dan mencerdai," jelasnya.
Sementara itu, selain kejuaraan, malamnya digelar penampilan seni bela diri sebagai wujud pelestarian budaya bangsa pencak silat. **Prc6