PELITARIAU, Meranti - Dalam upaya untuk meningkatkan kreativitas dan pemanfaatan limbah sabut kelapa berbasis kearifan lokal, Mahasiswa kukerta universitas riau (UNRI) yang mengabdi di Desa Tanjung Samak telah melaksanakan workshop cocodema untuk membuat inovasi baru serta meningkatkan UMKM daerah.
Program ini menjadi salah satu wujud nyata dari komitmen mahasiswa UNRI untuk mengabdi kepada masyarakat dan melestarikan kearifan lokal yang ada di Desa Tanjung Samak, Sabtu (14/8/24.)
Workshop cocodema bertujuan untuk memanfaatkan limbah sabut kelapa yang inovatif, karena desa tanjung samak merupakan salah satu penghasil kelapa terbesar di pulau Rangsang.
Cocodema juga dapat meningkatkan UMKM daerah karena produk yang dihasilkan dapat memberi keuntungan dalam membantu ekonomi daerah. Selain itu Cocodema memiliki nilai estetika yang tinggi terutama bagi para pecinta tanaman hias.
Workshop cocodema ini juga memberikan kesempatan bagi mahasiswa UNRI untuk mengaplikasikan pengetahuan akademis dalam konteks nyata, sekaligus mengembangkan keterampilan komunikasi, manajemen proyek, dan kerja sama tim dan serta interaksi langsung dengan masyarakat yang memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dan lebih memahami dinamika sosial-budaya di Desa Tanjung Samak.
Cocodema ini bagus, praktis tanpa harus membeli pot bunga ibu suka karna ibu salah satu pecinta tanaman hias , bolehlah ibu bawa satu pulang ya? Ucap buk Wati salah seorang anggota PKK Tanjung samak. **