Kanal

Kejurnas Barongsai 2022 Resmi Ditutup, Ini Harapan PB FOBI Kepada Para Pengurus FOBI Provinsi

PELITARIAU, Pekanbaru - Pengurus Besar Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (PB FOBI) berharap pengurus FOBI di tingkat provinsi dapat memenuhi kebutuhan para atlet di daerahnya, salah satunya mengenai sarana dan prasarana pendukung olahraga Barongsai. Belum memadainya sarana tersebut menjadi salah satu hambatan untuk mengembangkan kemampuan atlet Barongsai.

“Tentunya Pengurus Besar Federasi Olahraga Barongsai Indonesia berharap masing-masing provinsi bisa memenuhi sarana  dan prasarana  yang dibutuhkan para atletnya, khususnya pada nomor-nomor yang  dipertandingkan. Jadi mereka latihan dengan maksimal, begitu ada kesempatan mereka ikut perlombaan mereka sudah siap dengan waktu yang cukup,” kata Wakil Sekjen PB FOBI Arifin Himawan saat diwawancarai disela-sela penutupan Kejurnas Barongsai 2022 Yogyakarta di Sleman City Hall, Minggu (09/10/2022).

Disebutkan Arifin sebagaimana dikutip PELITARIAU dari EL JOHNNews, Dirinya optimis jika kebutuhan para altet dapat dipenuhi maka, bukan saja kemampuan namun prestasi  juga ikut meningkat.

Menurut Arifin, antusias atlet Barongsai begitu besar saat  mengikuti kejuaraan.  Hal tersebut dapat dilihat pada  Kejurnas Barongsai 2022. Di Kejurnas tersebut, kemampuan para atlet diperlihatkan di hadapan publik dan mendapat sambutan baik dari publik.

“Kita mengadakan Kejurnas ada 16 provinsi yang bisa ikut, artinya ini antusias dari atlet ini luar biasa. Dengan waktu yang singkat, mereka mempersiapkan diri untuk ikut di Kejurnas ini,” ungkap Arifin yang juga sebagai Dewan Hakim Kejurnas Barongsai 2022.

Arifin menyebut, Kejurnas Barongsai 2022 ini menjadi momentum kebangkitan olahraga Barongsai tanah air yang sebelumnya ikut terkena dampak pandemi Covid-19.  Suksesnya kejurnas ini,  dapat menjadi bekal untuk menatap kejuaraan berikutnya  yang lebih besar yakni PON XXI tahun 2024 di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara.

Masih kata  Arifin, pengurus FOBI tingkat provinsi harus dapat mempersiapkan diri  untuk menghadapi pesta olahraga nasional. Kejurnas Barongsai di DIY ini menjadi ajang untuk mengukur kemampuan para atlet sehingga dapat siap tampil di PON. Selain kejurnas, ada turnamen lain digelar PB FOBI sebelum PON.

“Setiap provinsi ini, tentunya harus all out mempersiapkan untuk maju di PON, tetapi sebelum PON tahun 2024, pengurus besar itu harus mengadakan Pra Pon. Pra Pon ini adalah babak kualifikasi jadi tidak bisa kita ada 26 provinsi mereka ikut semua di PON,” tutur Arifin.

Pada kesempatan ini, Arifin juga meminta para atlet tidak hanya sekedar memahami cara bermain Barongsai namun juga ikut memahami cara penilaian diberikan dewan juri. Jika itu dapat dilakukan maka kekurangan saat bertanding dapat diminimalisir.

“Yang penting dalam mereka bermain harus memahami cara bermain  dan cara penilaian. Kalau bisa bermain dan tidak tau cara penilaian  tidak akan ketemu atau cara penilaiannya tau tapi cara bermainnya tidak sesuai  juga tidak ketemu. Jadi harus sinkron antara permainan dengan pemahaman dari pelatih tentang tata cara penilaian,” tutup Arifin. **Prc7


Ikuti Terus Pelitariau.com

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER