PELITARIAU, Sumbar - Provinsi Sumatra barat (Sumbar)-Indonesia, kaya dengan tradisi dan kebudayaan daerah. Satu dari kebudayaan Sumbar adalah "Marosok" yang ikut di praktekan oleh kelompok wartawan dari Riau ini.
Marosok adalah soal jual beli ternak sapi, yakni cara tawar menawarnya. Marosok jika diartikan ke bahasa Indonesia artinya meraba, kemudian marosok adalah tradisi berjabat tangan antara penjual dan pembeli ternak, kemudian tangan tersebut ditutup dengan kain. Selanjutnya, mereka tawar menawar dengan cara marosok.
Tim wartawan dari Provinsi Riau yang mengikuti Sinergi Pertamina upstream regional Sumatera wilayah I mengunjungi pulau Sirandah Kota Padang Rabu (15/12/2021), sebelum tim wartawan ini menggunakan pompong bermuatan 13 orang dari pulau pisang.
Jual beli hewan ternak dengan berjabat tangan dan ditutup kain dilakoni oleh tim outbound wartawan Sinergi Pertamina upstream regional Sumatera wilayah I, saat di pulau Sirandah.
Di beberapa daerah di Sumbar ada namanya marosok, tradisi marosok seringkali membuat orang yang menyaksikan menjadi penasaran dan biasanya aktifitas Marosok dilakukan di Sumbar jelang Hari Raya Idul Adha atau hari rakyat kurban menghitung hari. Otomatis aktivitas jual beli ternak untuk jadi hewan kurban juga semakin ramai.
Tawar menawar dalam proses pembelian hewan ternak pun terjadi tanpa adanya komunikasi verbal, kesepakatan akan terjadi dengan kedua tangan yang berjabat itu.
Dalam mengikuti tradisi Marosok dipulau Sirandah, tim wartawan dari Riau Sinergi Pertamina upstream regional Sumatera wilayah I dibagi menjadi tiga kelompok, setiap kelompok terdiri dari 10 orang, disusun 3 baris kebelakang, yang paling depan melakukan marosok, besan Marosok terus kebelakang dan yang paling belakang menulis harga di kertas yang sediakan dan sesuai dengan pesan dari depan.
Marosok dimaksudkan, menjaga kerahasiaan harga, "Hanya aku dan dia yang tahu" harga sapi yang ditawar dan di beli, kerasiaan harga dijaga karena berkaitan dengan nilai kesopanan, agar tidak ada intervensi pihak ketiga saat tawar menawar terjadi dan juga untuk menghindari pendapat sumbang dari masyarakat.
Marosok menjadi tradisi hampir di seluruh pasar ternak daerah Sumbar, beberapa daerah yang menjalankan tradisi ini adalah Kabupaten Padang Pariaman, Tanah Datar, Kota Payakumbuh, Kabupaten Solok, Limapuluh Kota, dan Agam.
Marosok merupakan salah satu cara jual beli ternak dengan simbol jari. Kedua tangan dan pembeli harus ditutup dengan kain dan tidak ada tawar menawar dengan suara atau berbicara.
"Marosok ini etika berdagang hewan ternak, tujuannya agar orang lain tidak melihat berapa harga yang disepakati," kata Hari sebagai pemandu acara outbound di Sirendah. **prc