PELITARIAU, Pekanbaru - Pembelajaran tatap muka di SMP Negeri 44 Pekanbaru, Riau dihentikan sementara. Kegiatan belajar tatap muka ini dihentikan setelah diketahui seorang guru disekolah tersebut terkonfirmasi positif COVID-19.
"Ya, Kita hentikan kegiatan belajar tatap muka SMP 44 itu, karena ada guru kita terkonfirmasi positif COVID-19," sebut Kepala Dinas Pendidikan Pekanbaru Ismardi Ilyas kepada PELITARIAU, (Kamis, 23/9/21) pagi.
Kadisdik Kota Pekanbaru menjelaskan, sebelum dinyatakan positif Covid-19, guru perempuan itu sempat masuk mengajar pada Jumat (17/9). Pada hari Sabtu ia minta izin karena suami dinyatakan positif.
"Beliau sempat masuk hari Jumat , dan Sabtu izin karena suaminya sakit dan hasilnya positif. Maka Minggu (19/9) melakukan swab dan ibu gurunya juga positif," terang Kadisdik Pekanbaru.
Atas informasi tersebut, terhitung sejak Senin (20/9) kegiatan belajar tatap muka SMP Negeri 44 Pekanbaru dihentikan untuk 3 hari, dan hari ini Kamis 23 September proses belajar di SMP 44 sudah normal kembali.
Ismardi Ilyas memastikan selama proses belajar tatap muka guru dan siswa tidak saling kontak erat. Sebab, sesuai dengan prosedurnya, siswa dan guru belajar dengan protokol kesehatan ketat dan berjarak.
"Prosedur di sekolah dijalankan, jadi guru hanya masuk untuk ngajar. Selesai ngajar pulang, dan tidak ada kontak erat dengan yang lain, baik guru atau siswa," terang Kadisdik.
Diketahui, kegiatan belajar tatap muka di Pekanbaru sudah berjalan hampir 80 persen sejak awal bulan lalu. Selama belajar tatap muka, belum ada peserta didik terkonfirmasi kecuali dari SMPN 44.
Terpisah, Walikota Pekanbaru DR. Firdaus ST MT menegaskan, setiap sekolah baik itu dari para siswa maupun tenaga pengajar harus disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.
"Saat ketahuan terkonfirmasi Covid-19, kita memutuskan untuk menutup sekolah selama tiga hari," tegas Firdaus, Rabu (22/9/2021).
Terkait guru SMP 44 yang terpapar Covid-19,
Firdaus menyebutkan, hingga saat ini tim Satgas masih terus melakukan pelacakan. Karena bisa saja guru tersebut terpapar di lingkungan rumahnya maupun dari tamu-tamu yang mendatanginya.
"Sekali lagi protokol kesehatan harus disiplin, jangan lalai jalani protokol kesehatan," tegas Walikota lagi.
Ke depannya kata Walikota, untuk mengantisipasi hal serupa terjadi, Pemko Pekanbaru akan secara berkala melakukan Swab Test kepada para tenaga pengajar maupun para siswa yang sekolahnya sudah melakukan proses belajar tatap muka. **Prc7