PELITARIAU, Pekanbaru - UPT BP2MI Pekanbaru menghadiri Pembukaan Pelatihan berbasis kompetensi tahun 2021 program kejuruan pelatihan Bahasa Jepang untuk Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di aula Dinas tenaga kerja dan transmigrasi Provinsi Riau, Selasa (14/9/21).
Kegiatan ini dihadiri oleh representasi beberapa instansi pemerintah yang terlibat diantaranya, Sekretaris Daerah Prov. Riau, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Prov. Riau, Dinas Tenaga Kerja kota Pekanbaru, Perwakilan Balai Latihan Kerja (BLK) kota Padang dan Perwakilan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) yang ada di kota Pekanbaru.
Kegiatan ini terselenggara atas permintaan UPT BP2MI Pekanbaru kepada Balai Latihan Kerja (BLK) Padang untuk mengadakan pelatihan Bahasa Jepang di kota Pekanbaru, mengingat cukup banyaknya lulusan keperawatan di kota Pekanbaru.
Dalam melaksanakan kegiatan ini, Tim Publikasi UPT BP2MI Pekanbaru melakukan penjajakan calon peserta pelatihan dengan menyebarluaskan informasi melalui media sosial dan melibatkan Institusi Pendidikan di kota Pekanbaru, sekaligus memandu melakukan pendaftaran online melalui website pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan RI.
Meski PPKM Level IV dan permintaan tenaga perawat yang tinggi di kota Pekanbaru selama pandemi, 60 orang calon peserta berhasil mendaftar, dan selanjutnya dilakukan seleksi oleh Disnakertrans Provinsi Riau sehingga terpilih 16 orang sebagai kandidat yang diundang untuk mengikuti pelatihan ini.
Sesuai laporan Kepala Bidang Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Disnakertrans Prov. Riau, Eva Ismail, pelatihan yang bertujuan untuk mempersiapkan calon pekerja migran Indonesia sektor Kesehatan ini akan berlangsung selama 62 hari terhitung sejak tanggal 15 September hingga 10 Desember dengan total 620 Jam Pelajaran meliputi teori, praktek, diskusi dan tanya jawab.
Pelatihan yang diselenggarakan di Aula Disnakertans Prov. Jambi ini terlaksana sesuai dengan rencana yang disepakati dengan UPT BP2MI Pekanbaru dan instansi terkait pada saat rapat koordinasi terbatas pada 12 Agustus silam.
Eva Ismail juga menambahkan bahwa instruktur untuk kegiatan ini berasal dari BLK Padang dan nantinya juga pelatihan ini akan dilengkapi dengan materi penunjang berupa pembekalan softskill.
Plh Balai Latihan Kerja (BLK) Padang, Riswanto menyampaikan bahwa pelatihan Bahasa Jepang ini merupakan Pilot Project untuk program g to g Jepang di Provinsi Riau.
“Ini merupakan pilot project dari Riau. Jika berhasil ke depannya bisa dikembangkan untuk jabatan yang lain tidak hanya nurse atau perawat. Kami berterimakasih kepada rekan BP2MI Pekanbaru dan instansi terkait atas perjuangannya untuk mewujudkan pilot project pelatihan ini," sebut Riswanto.
Riswanto juga menambahkan bahwa keseluruhan peserta diwajibkan mendapatkan Sertifikat Bahasa Jepang dengan minimum level N5 untuk mendaftar program G to G Jepang jabatan nurse dan careworker setelah usai pelatihan.
Bahwa pelatihan ini merupakan tahap awal untuk pendaftaran G to G Jepang yang prosesnya melalui BP2MI.
"Outcome yang kita harapkan adalah seluruh peserta dapat berangkat bekerja ke Jepang. Untuk itu, setelah selesai pelatihan seluruh peserta diwajibkan mengambil sertifikasi N5, kemudian mendaftar program G to G Jepang yang akan dibuka pendaftarannya di tahun 2022 nanti," ujar Riswanto.
Kegiatan Pelatihan Bahasa Jepang dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru H. Jonli.
Pada kesempatan ini, Jonli menyampaikan apresiasi kepada UPT BP2MI Pekanbaru atas inisiasi dan koordinasi yang dilakukan untuk mewujudkan pelatihan ini.
“Kami berterimakasih kepada BP2MI Pekanbaru atas kerjasamanya dengan BLK Padang sehingga dapat melaksanakan pelatihan Bahasa Jepang untuk pertama kalinya di Riau khususnya kota Pekanbaru. Diharapkan kepada seluruh peserta yang mengikuti pelatihan nantinya dapat menjaga kesehatan dan selalu menerapkan protokol kesehatan” ujar Jonli saat membuka pelatihan bahasa Jepang berbasis kompetensi ini. **Prc7