PELITARIAU - Dikabarkan bahwa ribuan ayam mati disebabkan oleh supir yang mengangkut ayam-ayam tersebut mengantri test covid 19.
Publikik bertanya, apa yang menjadi penyebab kenapa kemudian ayam-ayam tersebut harus mati karena sopir yang mengangkut ayam mengantri tes covid 19.
Dikutip dari kompas dijelaskan bahwa Hal ini terjadi saat kemacetan parah di kawasan Tuas Checkpoint, jalur yang menghubungkan Malaysia dengan Singapura.
World of Buzz yang melansir media Malaysia berbahasa China, Sin Chew, pada Jumat (29/1/2021) melaporkan bahwa kemacetan itu terjadi dua hari terakhir.
Para sopir truk yang masuk Singapura harus tes Covid-19 sehingga membuat waktu perjalanan molor sampai 13 jam.
Ketua Asosiasi Pedagang Unggas Singapura, Ong Kian Sun, menuturkan 3.500 ayam mati lemas setelah menempuh perjalanan selama 18 jam pada 17 Januari.
Kemacetan itu karena kombinasi beberapa faktor. Volume kargo kembali ke level sebelum Covid dan dengan terus ditutupnya Bangunan Sultan Iskandar Malaysia dari pukul 19.00 hingga 07.00, serta Tahun Baru Imlek yang akan datang, volume kargo keseluruhan sekarang lebih terkonsentrasi pada waktu-waktu tertentu dalam sehari, yang menyebabkan padatnya lalu lintas,” kata mereka seperti dilaporkan Malay Mail.
Malay Mail juga memberitakan, sekitar 4-5 truk ayam dari Johor menuju ke Singapura setiap harinya, dan sekitar 6 persen ayam di tiap truk akan mati dalam perjalanan.
Oh Wei Chiat, petugas operasi di Boong Poultry memperkirakan salah satu alasan ayam-ayam mati karena kepanasan berada di dalam truk.
“Mereka juga terhimpit di ruang sempit dalam waktu lama. Butuh waktu 2-3 jam menuju checkpoint, dilanjutkan sekitar 12 jam kemacetan. Dan mereka (ayam-ayam) itu tanpa makanan dan minuman, karena kami biasanya tidak memberi makan ayam sebelum mengangkutnya,” terang Oh ke Straits Times. **prc4