Kanal

BPBD Riau Apresiasi APP Sinar Mas Dirikan Posko Karhutla Terpadu

PELITARIAU, Pekanbaru - Sebanyak 11 Posko Karhutla Terpadu di daerah rawan karhutla didirikan PT Arara Abadi (PT AA) bersama mitra pemasok Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas di 6 Kabupaten/Kota. Masing-masing Kabupaten Siak, Bengkalis, Pelalawan, Rokan Hilir, Rokan Hulu, Indragiri Hilir dan Kota Dumai.

Kepala BPBD Riau, Edwar Sanger mengapresiasi pendirian Posko Karhutla terpadu yang didirikan oleh APP Sinar Mas tersebut. Katanya, posko ini didirikan dalam rangka mengantisipasi musim kemarau dan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2020.


Dia juga memberikan penekanan khusus, agar tidak hanya perusahaan di bawah naungan APP Sinar Mas saja yang mendirikan Posko-posko, tapi juga diminta kepada perusahaan-perusahaan lain ikut berpartisipasi mendirikan posko-posko pencegahan dan penanggulangan Karhutla.


”Ini suatu hal yang positif, adanya peran serta dari dunia usaha di Provinsi Riau untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau. Kita harap posko-posko tersebut harus dioptimalkan betul dalam pelaksanaan di lapangan. Caranya berkoordinasi dengan Satgas Karhutla di Kabupaten/Kota, BPBD, maupun komponen masyarakat yang ada di sana,” kata Edwar Sanger.


Disinggung soal upaya BPBD Riau dalam penanganan Karhutla di Riau di 2020, Edward mengatakan sudah sangat bagus.


”Alhamdulillah, cukup pesat kemajuan yang kita lakukan. Ini ditandai dengan sedikitnya jumlah lahan yang terbakar, kemudian sedikitnya jumlah titik hotspot periode januari sampai sampai dengan sekarang Juli 2020. Ini menandakan soliditas kita, kemudian kesiapan kita dalam rangka mengantisipasi Karhutla," terangnya.


Edward juga menyebutkan, kebersamaan yang sudah ditanamkan selama ini, sudah dikordinasikan langsung kepada Gubernur Riau dengan adanya pernyataan sikap. Baik itu pemerintah, TNI/POLRI, maupun dunia usaha di Provinsi Riau ini. Semua dalam rangka menjaga Riau untuk tidak lagi terjadi kebakaran hutan dan lahan.


Dijelaskan pula, Posko Karhutla Terpadu ini, personilnya merupakan gabungan dari Personil Tim Regu Pemadam Kebakaran( RPK) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) dari PT AA dan Perusahaan mitra pemasok APP Sinar Mas, Karyawan Perusahaan, Security juga Personil TNI/POLRI, serta masyarakat dari MPA (Masyarakat Peduli Api). Semua di bawah koordinasi dan Komando Satgas Karhutla Provinsi Riau.


"Posko terpadu yang didirikan serta difasilitasi oleh APP Sinar Mas ini sudah berjalan efektif tiga bulan. Ini sebagai bentuk kongkrit dari komitmen baik PT Arara Abadi maupun perusahaan-perusahan mitra APP Sinar Mas di Region Riau dalam koordinasi Satgas Karhutla Riau," pungkasnya.


Sementara, Kepala Fire Operational Management (FOM) APP Sinar Mas Region Riau, Deny Widjaya didampingi salah satu kepala Distrik Manager PT Arara Abadi Distrik Nilo, Slamet Ukirno menyampaikan, perusahaan mendirikan posko karhutla terpadu ini pada 11 tempat/wilayah Distrik. Diantaranya, Nilo, Sorek, Malako, Gaung Kiri, Rokan, Basilam, Jurong, Bukit Kapur, Sebanga, Melibur dan Dosan/Siak).


"Titik-titik ini ada di 6 Kabupaten/Kota. Hal ini setelah mempertimbangkan tingkat kerawanan dan ancaman karhutla yang berada diluar konsesi perusahaan. Yang mana adanya praktek membersihkan lahan dengan cara membakar yang tanpa mereka sadari api bisa merembet ke kawasan konsesi perusahaan.


Atau di dalam konsesi perusahaan yang dilakukan oleh para claimer (okupasi) yang diduga sengaja membakar untuk membersihkan lahan. Atau juga dugaan tindakan “sabotase” membakar lahan perusahaan oleh oknum-oknum agar jika terjadi kebakaran di lahan perusahaan, sehingga perusahaan yang akan dituduh," ungkap Deny.

Manager PT Arara Abadi Distrik Nilo, Ukirno menambahkan, pihaknya sebagai penanggung jawab operasional khususnya di Distrik di Nilo Kabupaten Pelalawan telah melalukan persiapan penanganan ancaman karhutla sejak awal tahun 2020.


"Ada dua Pos yang kita dirikan di Dusun Perjuangan dan Dusun Barben Desa Kesuma, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan yang aktif dijaga siang dan malam. Disana ada Sapras (sarana dan prasarana) sesuai dengan Permen No.32/Permen-LHK. Diantaranya, berupa 7 unit mobil patroli, 3 unit mobil tangka damkar, mesin pompa dari ministriker, pompa besar Tohatsu, sepeda motor lengkap dengan slang, Menara api sebagai tempat memantau, serta kebutuhan pokok lainnya," ucap Ukirno.


Dikatakannya juga, segala potensi termasuk masyarakat (MPA) dikolaborasikan. Ini dilakukan karena menduga masih maraknya tindakan okupasi dengan cara membakar oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Diharapkan dengan adanya posko terpadu ini, dapat meminimalisir terjadinya kebakaran disekitar wilayah operasional perusahaan.


Salah seorang personil TNI Praka Hamzah Husaini yang sedang bertugas dan tergabung pada Posko Karhutla terpadu Distrik Nilo memberikan apresiasi dengan adanya Posko ini.


”Dengan adanya posko ini sangat membantu untuk memantau kebakaran dan kegiatan aktifitas masyarakat yang melintas diareal sekitar wilayah ini, dengan adanya insiden kebakaran yang akan terjadi.


Kami bersama unsur-unsur lainnya melakukan patroli dan sosialisasi kepada masyarakat, mendatangi rumah ke rumah dan memberikan arahan kepada masyarakat, bahwa dengan akibat kebakaran akan menimbulkan dampak hukum. Kami arahkan masyarakat apabila ditemui ada kebakaran segera melaporkan kepada perusahaan Arara Abadi maupun kepada Masyarakat Peduli Api sekitar Kampung," katanya. **prc4


sumber: berazam


Ikuti Terus Pelitariau.com

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER