Kanal

Ancaman DBD di Tengah Covid-19, DPRD Minta Pemko Pekanbaru Bertindak Cepat

PELITARIAU, Pekanbaru - Di tengah pandemi Virus Corona (Covid-19) yang saat ini menjadi momok menakutkan, kali ini masyarakat Pekanbaru juga dibayang-bayangi oleh ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD).

Hingga pekan ke-14 bulan ke empat ini kasus DBD di Pekanbaru sudah tercatat sebanyak 312 kasus.


Anggota DPRD Kota Pekanbaru, Dapot Sinaga meminta Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk dapat bergerak cepat untuk melakukan pencegahan dan juga melakukan antisipasi sejak dini.


Terlebih seperti saat ini, Pekanbaru tengah memasuki musim penghujan yang mana ketika musim penghujan membuat nyamuk Aedes Aegypti berkembang sangat pesat.


"Disamping Corona, pemerintah daerah harus cepat bergerak, melakukan langkah antisipasi, jangan sampai wabah DBD ini menambah ketakutan warga," cakap Dapot, Kamis (09/04/2020).


Lanjut Politikus PDIP ini, DBD tetap merupakan ancaman yang nyata bagi kesehatan, bahkan terus berulang terjadi kasusnya meskipun berbeda di tiap wilayah.


Maka dari itu, agar di Pekanbaru tidak terjadi hal yang tak diinginkan, dirinya berharap pemerintah daerah secepatnya mengambil langkah pencegahan.


"Penting untuk segera mengambil langkah pencegahan dengan cara melakukan penyuluhan (preventif) dan tindakan apa, agar masyarakat tidak gampang terjangkit wabah penyakit yang salah satunya DBD," ucapnya.


Untuk diketahui dari data yang dirilis Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, kasus tertinggi ada di Kecamatan Tenayan Raya, mencapai 59 kasus. Kemudian di Kecamatan Tampan mencapai 47 kasus.


Dari data yang dirilis, ada satu korban meninggal dunia. Korban diketahui berinisial R (20) warga Jalan Melur, Kelurahan Padang Bulan, Kecamatan Senapelan. Korban sudah merasakan sakit sejak Jumat 7 Februari lalu. Diketahui, korban baru memeriksakan kesehatan dan berobat dua hari setelah itu.


Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru M Amin melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Pekanbaru, Maisel Fidayesi menjelaskan, DBD merupakan persoalan lingkungan. Ia meminta partisipasi masyarakat menjaga lingkungan.


"Bagaimana kita menata lingkungannya supaya tidak bertelur lagi nyamuk aedes aegypti itu," kata Maisel.


Jumlah kasus DBD di Pekanbaru pekan ke-14 Tahun 2020:


Sukajadi 14 kasus


Senapelan 15 kasus


Pekanbaru Kota 4 kasus


Rumbai Pesisir 11 kasus


Rumbai 20 kasus


Limapuluh 26 kasus


Sail 2 kasus


Bukit Raya 37 kasus


Marpoyan Damai 40 kasus


Tenayan Raya 59 kasus


Tampan 47 kasus


Payung Sekaki 37 kasus


Total : 312 Kasus. **prc4


sumber: cakaplah.com


Ikuti Terus Pelitariau.com

BERITA TERKAIT

BERITA TERPOPULER