DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

DPRD Kesal Permintaan Masyarakat Diabaikan, Pemda Rohil Mementingkan Ganti Gorden dan Karpet

Editor :Jarmain Selasa,26 Juli 2016 | 21:52:03 WIB
DPRD Kesal Permintaan Masyarakat Diabaikan, Pemda Rohil Mementingkan Ganti Gorden dan Karpet Ket Foto : Anggota DPRD Rohil, Afrizal

PELITARIAU,Rohil- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kesal terhadap Pemerintah Daerah (Pemda) Rokan Hilir selalu menunda-nunda pelaksanaan pekerjaan penyambungan jalan alternatif antara sekeladi menuju Desa sekapas kecamatan Rantau Kopar. Jalan itu merupakan permintaan dari masyarakat saat melakukan reses dewan. 

 

Kekesalan tersebut meluap saat melakukan haering antara Pemda dengan DPRD Rohil diruang aula sidang DPRD Rohil, Selasa (20/07/2016). Pasalnya jalur jalan alternatif sebagai penghubung antara kecamatan tersebut yang hanya lebih kurang dua kilometer dari tahun ke tahun selalu ditunda pengerjaannya. padahal jalan tersebut merupakan akses vital bagi perekonomian masyarakat

 

"Jalan yang hanya lebih kuran 2 kilo panjangnya sampai sekarang tak pernah disentuh, padahal itu penting karna akses utama bagi masyarakat yang tinggal dipedalaman sana, masyarakat sangat membutuhkan jalan itu, bahkan masyarakat didesa merasa tersisih akibat matinya akses yang tak bisa dilalui," ucap Afrizal saat dikonfirmasi wartawan Pleitariau.com, selasa (26/7).

 

lanjut Afrizal, pemerintah selama ini lebih mementingkan pengadaan pengantian gorden dan karpet. Tidak hanya itu, pemda Rohil juga menambahkan pengadaan mobil dinas untuk SKPD, sepeda motor dan leptop, ketimbang memperhatikan nasib masyarakat banyak.

 

"Akan tetapi untuk menyelesaikan pekerjaan yang menelan biaya sebanyak 2 milyar demi kepentingan umat hingga sekarang belum juga terealisasikan, jalan itu merupakan permintaan masyarakat saat melakukan reses dewan beberapa bulan yang lalu." papar politisi Golkar tersebut.

 

Parahnya lagi, sambung politisi partai Golkar ini, anggara untuk pelaksanaan pekerjaan terebut sudah dibunyikan dalam Dalam APBD namun ditunda, pada tahun 2016 ini juga ditunda dan dimasukkan kedalam anggaran tahun 2017.

 

"kalau ditunda terus kapan masyarakat yang berada didesa sekapas menikmati kemudahan  dan kenyamanan yang dijanji-janjikan oleh pemerintah. mirisnya, didesa sekapas sana listrik juga tergolong langka," pungkas Afrizal.

 

Anggota Komisi A ini juga sangat berharap kepada pemerintah daerah agar bisa memperhatikan masyarakat-masyarakat yang terisolir, salah satunya dengan mempermudah akses jalan sebagai nadi perekonomian masyarakat.***Jr

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved