DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Produksi Timah Meranti Ditargetkan 200 Ton Perbulan

Editor : Selasa,23 September 2014 | 05:50:00 WIB
Produksi Timah Meranti Ditargetkan 200 Ton Perbulan Ket Foto : H. Herman

PELITARIAU, Selatpanjang - Produksi timah di perairan Kabupaten Kepulauan Meranti oleh PT Wahana Perkit Jaya ditargetkan bisa mencapai 200 Ton perbulan. Untuk itu, perusahaan tersebut akan mendatangkan kapal striping berteknologi baru untuk memudahkan kegiatan eksploitasi.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Kepulauan Meranti, H Herman SE MT, saat dikonfirmasi di Selatpanjang, Selasa (23/9). Dikatakannya, kapal striping teknologi baru itu mampu membersihkan wilayah eksploitasi di permukaan tanah bawah laut.

"Untuk memaksimalkan produksi timahnya, PT Wahana Perkit Jaya akan mendatangkan kapal striping (pembersih) ke wilayah eksploitasi di perairan Kecamatan Rangsang. Dengan penambahan armada baru ini, diperkirakan PT WPJ mampu memproduksi timah hingga 200 ton perbulan," ujarnya.

Menurut Herman, kapal striping diperkirakan akan tiba di lokasi eksploitasi sekitar 10 hari mendatang. Kapal itu akan berfungsi untuk membersihkan area ekploitasi yang akan disedot pasir timahnya, namun terlebih dahulu akan dilakukan penyesuaian terhadap kondisi kapal.

"Penyesuaian ini seperti tahap belajar untuk beradaptasi dengan peralatan yang ada di kapal striping, termasuk para awaknya dan kondisi alam di wilayah eksploitasi. Januari 2015 mendatang saya rasa sudah bisa maksimal," tutur Herman.

Dijelaskannya, saat ini yang menjadi kendala bagi PT WPJ dalam meningkatkan produksi, adalah kondisi struktur permukaan tanah di bawah laut tempat mereka melakukan kegiatan eksploitasi pasir timah.

"Dasar laut di Kabupaten Kepulauan Meranti mengandung tanah liat yang sering merusak pipa dari kapal penghisap untuk menyedot pasir timah," jelasnya.

Oleh karena itu, tambah Herman, PT WPJ membutuhkan teknologi baru untuk meningkatkan produksi, yakni kapal striping. Nantinya kapal ini yang akan menyingkirkan tanah liat, baru kemudian kapal penghisap mulai menyedot pasir timah. (kor. nto)

 

Editorial: Rio Ahmad

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved