DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Plt Gubri: Sektor Perkebunan Berikan Multiplayer Effect di Riau

Editor :Rio Ahmad Senin,07 Maret 2016 | 17:12:53 WIB
Plt Gubri: Sektor Perkebunan Berikan Multiplayer Effect di Riau Ket Foto : Plt Gubri pukul gong tanda dimulainya rakor teknis pembangunan perkebunan

PELITARIAU, Rengat- Tidak dapat dipungkiri, sektor perkebunan telah memberikan kontribusi besar bagi Provinsi Riau. Bahkan sektor perkebunan mampu memberikan multiplayer effect yang besar hingga membuka sejumlah sentra ekonomi baru di Provinsi Riau, termasuk di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Penegasan itu disampaikan Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman saat membuka rapat koordinasi teknis pembangunan perkebunan antara Pemerintah Provinsi Riau dengan kabupaten/kota se Riau, Minggu (6/3) malam di Gedung Sejuta Sungkai Rengat.

“Sejak sektor perkebunan menggeliat, di Provinsi Riau tumbuh sentra-sentra ekonomi baru seperti di Rokan Hulu, Siak, Rohul hingga Dumai. Di Inhu kita bisa liat ada Airmolek, Belilas dan lain sebagainya,” ujarnya.

Dijelaskan Plt Gubernur Riau, saat ini terdapat 3,5 juta hektare areal perkebunan di Provinsi Riau, terdiri dari kelapa sawit, kelapa dan sagu. Dari jumlah tersebut, sektor perkebunan telah memberikan kontribusi 25 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Riau. “Apalagi jika hilirisasi sektor perkebunan ini telah berjalan dan menjadi manufaktur, pasti akan memberikan kontribusi lebih besar bagi Provinsi Riau,” tuturnya.

Karena itu, Plt Gubernur Riau berharap rapat koordinasi teknis ini dapat menghasilkan rumusan agar sektor perkebunan tetap berkelanjutan, karena 50 persen rakyat Riau masih bergantung dari sektor perkebunan. Apalagi saat ini 385 ribu hektare lahan perkebunan di Riau masuk masa replenting, sehingga dibutuhkan biaya hingga mencapai 21,5 triliun, sehingga dibutuhkan pembiayaan dari dunia perbankan.

“Kalau perkebunan milik perusahaan mungkin tidak akan bermasalah, tetapi yang perkebunan mandiri ataupun plasma perlu dicarikan solusi, terutama untuk pembiayaan replenting. Sebab APBD kita tidak akan mampu membiayainya,” tutur Plt Gubernur.

Selain itu, Plt Gubernur Riau juga minta peserta rapat koordinasi teknis pembangunan perkebunan juga memikirkan agar harga kelapa, khususnya yang ada di Kabupaten Inhil tetap stabil sehingga tidak merugikan petani serta pemanfaatan sagu yang lebih luas untuk kebutuhan masyarakat di Riau.

Sementara itu, Bupati Inhu H Yopi Arianto mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Riau yang telah mempercayakan Kabupaten Inhu sebagai tuan rumah rapat koordinasi teknis pembangunan perkebunan. Bupati berharap rakor ini mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi Kabupaten Inhu dan Provinsi Riau pada umumnya.

Hadir pada kegiatan tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Inhu, Sekda Inhu H Agus Rianto, para pejabat dilingkungan Pemkab Inhu, pimpinan perusahaan perkebunan di Kabupaten Inhu serta pejabat yang membidangi perkebunan se Provinsi Riau.**(surya/rillis)

Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved