DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Jembatan Penghubung-Keritang-Kemungi

Jadi Icon Insel, DPRD Inhil Minta Cepat Bangun Jembatan Reteh Yang Ambruk

Editor : Sabtu,31 Oktober 2015 | 06:52:00 WIB
Jadi Icon Insel, DPRD Inhil Minta Cepat Bangun Jembatan Reteh Yang Ambruk Ket Foto : Jembatan reteh yang ambruk membuat akses jalan Kecamatan Keritang menuju Kecamatan Kemuning di Kabupaten Inhil putus
PELITARIAU, Inhil- Ambruknya jembatan penghubung Kecamatan Reritang dengan Kecamatan Kemuning dilokasi sungai Reteh Kabupaten Indragiri hilir (Inhil) mengundang perhatian banyak pihak, agar jembatan yang abruk segera dibangun kembali. namun demikian jembatan pengganti bisa dijadikan Icon Inhil selatan (Insel), sumber dana pembangunanya bisa langsung dari APBD Riau tahun 2016.
 
Demikian disampaikan Anggota Komisi C DPRD Inhil Muhammad Sabit SH kepada pelitariau.com Sabtu (31/10) di Tembilahan. "Baiknya jembatan reteh yang ambuk kemarin dibangun permanen, jembatan itu memang sudah selayaknya direhab atau dibangun baru sebeb jembatan itu sudah tua dimakan usia," kata Sabit.
 
Menurut Politisi Partai Demokrat Kabupaten Inhil ini, Dinas bina marga Provinsi Riau memang sudah merencanakan untuk mengalokasikan anggaran senilai Rp 25 milyar pada APBD provinsi Riau tahun 2016. Untuk perbaikan jembatan reteh tersebut. Namun, terkendala oleh belum adanya Design Enjenering Ditel (DED). "Sekarang status bencana alam, maka harus segera dibangun," pinta Sabit.
 
Bangun Jembatan Reteh 500 Meter Bergeser ke Darat 
 
Anggota DPRD Inhil asal Dapil 6, M sabit ini mengharapkan, jembatan reteh yang ambruk tersebut dibangun bergeser 500 meter kearah darat, bergesernya 500 meter dari lokasi semula harus dipertimbangkan sebab, kontur dilokasi jembatan lama tanahnya labil, rawan abrasi dan bentang jembatan yang terlalu panjang sehingga menelan biaya besar.  
 
"Untuk jalanya, dibangun kanan dan kiri masing-masing sepanjang 1 KM meter, jembatan dilokasi baru yang bergeser dari semula 500 meter maka, diharapkan terbuka kawasan perkembangan pemukiman masyarakat yang baru di Kecamatan Keritang," kata Sabit.
 
Dijelaskan Sabit lagi, 500 meter kearah dalam dibangun jembatan tersebut jauh dengan lokasi pertemuan dua arah air sungai. Dimana, lokasi semula jembatan yang ambruk tersebut adalah lokasi pertemuan dua sungai antara sungai gansal dan sungai reteh, sehingga lokasinya terkena abrasi terkikis air pasang. 
 
"Abrasi inilah salah satu penyebab jembatan reteh ambruk, selain umur jembatan reteh sudah tua lebih kurang 20 tahun, kawasan baru di lokasi jembatan ini akan jadi lokasi pengembangan kota," ucapnya.**hf 
Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved